Kapal Kargo Hapag-Lloyd di Dekat Selat Hormuz Terkena Pecahan Proyektil

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:38 WIB
Insiden ini terjadi sehari setelah Hapag-Lloyd mengumumkan akan menangguhkan semua pemesanan kargo ke dan dari Teluk "sampai pemberitahuan lebih lanjut" karena meningkatnya perang Israel-AS di Timur Tengah.

Grup pelayaran saingan, Maersk, telah mengambil langkah serupa.

Inzamam Rashid, reporter dari Associated Press, mengatakan ada sekitar 1.000 kapal, termasuk sekitar 200 kapal tanker minyak, yang berbaris menunggu untuk melewati Selat Hormuz yang telah menjadi sangat "berbahaya" dalam beberapa hari terakhir karena Iran meningkatkan serangan.

“Saat ini, kita tahu bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali militer Iran, yang berarti setiap kapal yang mencoba menyeberang akan menjadi sasaran,” kata Rashid. “Kita telah melihat bukti itu berulang kali dalam beberapa hari terakhir.”

Bahaya tersebut telah menyebabkan jumlah minyak yang melewati selat – biasanya 20 juta barel per hari – turun drastis, katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!