Iran Sebut Pemimpin Uni Eropa Munafik, Berdiri di Sisi Salah Sejarah
Selasa, 10 Maret 2026 - 17:47 WIB
Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran. Foto/MEE
TEHERAN - Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi pidato Pemimpin Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen yang mengatakan, “Rakyat Iran berhak atas kebebasan, martabat, dan hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.”
Mengomentari video pidato von der Leyen, Baghaei mengatakan, “Tolong hentikan kemunafikan. Anda telah membangun karier dengan berdiri di sisi sejarah yang salah — memberi lampu hijau pada pendudukan, genosida, dan kekejaman, dan sekarang mencuci kejahatan agresi dan kejahatan perang AS/Israel terhadap rakyat Iran.”
Ia menuduh kepemimpinan Uni Eropa bungkam “dalam menghadapi pelanggaran hukum dan kekejaman”, mengatakan, “Ini tidak lain adalah keterlibatan.”
Perang AS-Israel di Iran telah menewaskan 193 anak sejauh ini, dengan korban termuda adalah seorang bayi perempuan berusia delapan bulan, kata juru bicara pemerintah Iran.
Mengomentari video pidato von der Leyen, Baghaei mengatakan, “Tolong hentikan kemunafikan. Anda telah membangun karier dengan berdiri di sisi sejarah yang salah — memberi lampu hijau pada pendudukan, genosida, dan kekejaman, dan sekarang mencuci kejahatan agresi dan kejahatan perang AS/Israel terhadap rakyat Iran.”
Ia menuduh kepemimpinan Uni Eropa bungkam “dalam menghadapi pelanggaran hukum dan kekejaman”, mengatakan, “Ini tidak lain adalah keterlibatan.”
Perang AS-Israel di Iran telah menewaskan 193 anak sejauh ini, dengan korban termuda adalah seorang bayi perempuan berusia delapan bulan, kata juru bicara pemerintah Iran.
Lihat Juga :