Israel Sebenarnya Menderita Dihujani Rudal Iran, tapi Disensor Zionis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:12 WIB
Singh menggambarkan apa yang menurutnya merupakan perbedaan antara pernyataan resmi Zionis Israel dan kondisi di lapangan. “Rudal Iran terkadang menyerang tanpa sirene peringatan,” katanya.

Menurut Singh, beberapa warga sipil tewas bahkan di dalam tempat perlindungan meskipun pemerintah Israel telah menjamin bahwa fasilitas tersebut akan memberikan perlindungan. Hanya saja, kata dia, para wartawan dicegah untuk mendokumentasikan kerusakan tersebut.

Contoh kejanggalan lain adalah NBC News merekam rudal-rudal Iran menghantam Tel Aviv. Tapi, anehnya informasi tentang lokasi dampak dan tingkat kerusakan tidak diungkapkan secara publik.

Laporan sebelumnya oleh Al-JazeeraOpen Source Unit menganalisis foto udara yang diterbitkan oleh platform Israel yang tidak tunduk pada sensor militer. Analisis tersebut mengidentifikasi lokasi serangan rudal di kompleks perumahan.

Menurut laporan tersebut, rudal tersebut langsung menghantam tempat perlindungan, menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah di sekitarnya.

Media Israel juga menerbitkan kesaksian dari penduduk di Beit Shemesh, di mana orang-orang menggambarkan kekuatan serangan rudal Iran. Beberapa penduduk mempertanyakan apakah sistem peringatan dini memberikan cukup waktu untuk mencapai tempat-tempat yang terlindungi.

Meskipun militer mengatakan peringatan telah diaktifkan, beberapa saksi mengatakan penduduk tidak memiliki cukup waktu untuk mencapai tempat perlindungan sebelum dampak terjadi.

Liputan media berbeda dengan kondisi Iran. Media-media Teheran secara terbuka melaporkan bahwa agresi gabungan AS-Israel telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

CNN Tak Sengaja Akui Sensor Israel



Saat aksi saling serang rudal antara Iran dan Israel meningkat, komentar yang dibuat oleh seorang reporter CNN selama siaran langsung telah memicu reaksi keras publik secara online.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!