Kenapa 11 Negara Timur Tengah Minta Bantuan Ukraina untuk Bisa Tembak Jatuh Drone Iran?

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:25 WIB
11 negara Timur Tengah minta bantuan Ukraina untuk bisa tembak jatuh drone Iran. Foto/X
TEHERAN - Ukraina menerima 11 permintaan dari negara-negara tetangga Iran , serta dari AS dan Eropa, untuk membantu menembak jatuh drone yang ditembakkan oleh Teheran. Itu diungkapkan Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Kenapa 11 Negara Timur Tengah Minta Bantuan Ukraina untuk Bisa Tembak Jatuh Drone Iran?

1. Ukraina Memiliki Pengalaman Melawan Drone Rusia

Kyiv berupaya memanfaatkan pengalamannya yang mendalam dalam melawan drone Rusia berdasarkan desain Iran saat mereka mendorong sekutu mereka untuk mendapatkan lebih banyak senjata yang mampu menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dalam serangan udara Rusia ke kota-kota mereka.



“Ada minat yang jelas terhadap pengalaman Ukraina dalam melindungi nyawa, pencegat yang relevan, sistem peperangan elektronik, dan pelatihan,” kata Zelenskyy di X setelah pertemuan keamanan nasional.

“Ukraina siap menanggapi secara positif permintaan dari mereka yang membantu kami melindungi nyawa warga Ukraina dan kemerdekaan Ukraina.”

2. Ukraina Kirim Tim Ahli Drone ke Pangkalan AS di Timur Tengah

Ia menambahkan bahwa beberapa permintaan telah dipenuhi dengan “keputusan konkret dan dukungan spesifik”, tanpa memberikan detail lebih lanjut. Zelenskyy sebelumnya mengatakan kepada New York Times bahwa Ukraina mengirimkan drone pencegat dan tim ahli untuk melindungi pangkalan militer AS di Yordania setelah permintaan dari Washington pada hari Kamis.

Drone pencegat – yang harganya paling banyak beberapa ribu dolar per unit – dipandang sebagai cara yang efisien untuk melawan serangan drone seperti Shahed buatan Rusia, dan perusahaan pertahanan Ukraina meningkatkan produksi dengan tujuan untuk mengekspornya.

3. Ukraina Jual Drone Pencegat ke Timur Tengah

AS dan Qatar sedang dalam pembicaraan untuk membeli drone pencegat Ukraina, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!