Teheran Sebut Israel Serang Azerbaijan, tapi Iran yang Disalahkan

Jum'at, 06 Maret 2026 - 10:14 WIB
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan memanggil duta besar Iran di Baku untuk menyampaikan protes keras atas serangan tersebut."Ini bertentangan dengan norma dan prinsip hukum internasional dan berkontribusi pada meningkatnya ketegangan di kawasan ini," kata juru bicara kementerian tersebut, Aykhan Hajizada.

“Kami menuntut Republik Islam Iran untuk memberikan, dalam waktu sesingkat mungkin, penjelasan yang jelas mengenai kasus tersebut dan melakukan penyelidikan,” ujarnya kepada AFP.

Para analis mengatakan bahwa jalur pipa minyak Baku-Tbilisi-Ceyhan Azerbaijan, yang melewati negara tetangga Georgia dan Turki dan mengangkut sekitar sepertiga impor minyak Israel, dapat menjadi target potensial bagi militer Iran.

Pada tahun 2024, Azerbaijan mengekspor 2,37 juta ton minyak ke Israel melalui jalur pipa Baku–Tbilisi–Ceyhan, menurut direktur Pusat Penelitian Minyak yang berbasis di Baku, Ilham S.Haban, mengatakan kepada AFP.

“Saluran pipa tersebut terkubur di bawah tanah di sebagian besar jalurnya, sehingga sulit untuk dinonaktifkan,” katanya, menambahkan bahwa “fasilitas di atas tanah—seperti terminal dan stasiun pompa—masih rentan terhadap serangan drone Iran.”

Iran telah lama menyatakan kekhawatiran bahwa Israel—sekutu dekat dan pemasok senjata utama Azerbaijan—dapat menggunakan wilayah Azerbaijan untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.

Juni lalu, Azerbaijan meyakinkan Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan terhadap Teheran setelah Israel melancarkan serangan skala besar terhadap target Iran.

Teheran secara historis waspada terhadap sentimen separatis di antara minoritas etnis Azerbaijan, yang berjumlah sekitar 10 juta dari 83 juta warga Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!