Trump Bilang Perang AS Melawan Iran Bisa 1 Bulan, Ini Analisis Pakar

Senin, 02 Maret 2026 - 14:45 WIB
Salah satu argumen yang semakin populer adalah bahwa menyingkirkan pimpinan tertinggi Iran dapat menyebabkan runtuhnya rezim dari dalam.

Namun Profesor Saikal memperingatkan bahwa sejarah menunjukkan sebaliknya.

Bahkan setelah tokoh-tokoh militer senior tewas dalam bentrokan sebelumnya, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone skala besar. Meskipun banyak yang berhasil dicegat, beberapa berhasil menembus pertahanan Israel, menyerang target-target penting termasuk fasilitas pertahanan dan penelitian serta pangkalan militer.

“Rakyat Iran telah kehilangan banyak pemimpin selama bertahun-tahun,” katanya. “Mereka mampu menggantinya.”

Berdasarkan kerangka konstitusional Iran, Majelis Pakar akan menunjuk pengganti sementara atau tetap untuk Pemimpin Tertinggi. Para kandidat yang potensial termasuk kepala kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, kepala staf Ali Asghar Hejazi, dan Hassan Khomeini, cucu dari pendiri Republik Islam.

Jika serangan udara dan serangan rudal tidak cukup untuk memaksa perubahan rezim, lalu apa yang akan berhasil?

“Anda tidak dapat menggulingkan rezim dengan operasi dari udara atau dari laut,” kata Profesor Saikal. “Anda harus memiliki pasukan di darat.”

Di situlah rekam jejak Washington menjadi sangat penting.

AS mengerahkan pasukan darat di Irak dan Afghanistan—dengan hasil yang sangat beragam, dan pada akhirnya mengecewakan.

“Mereka mengalami kegagalan,” kata Profesor Saikal, seraya mencatat bahwa setelah 20 tahun di Afghanistan, kekuasaan akhirnya kembali ke pasukan yang justru ingin dihancurkan AS.

Sedikit analis yang percaya bahwa Washington masih menginginkan invasi darat skala penuh ke negara sebesar dan sekompleks Iran.

Bisakah Rakyat Iran Bangkit?



Trump dan Netanyahu sama-sama menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka, dengan menunjuk pada populasi muda—sekitar 60 persen di bawah usia 30 tahun—dan keluhan ekonomi yang mendalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!