Trump Pertimbangkan Rencana Bunuh Para Pemimpin Iran

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:30 WIB
AS telah mengirimkan dua kelompok serang kapal induk dan pesawat pembom tambahan ke Timur Tengah, dengan WSJ menggambarkan peningkatan kekuatan tersebut sebagai yang terbesar sejak invasi Irak yang dipimpin Amerika pada tahun 2003.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya yang ditayangkan pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh AS “bermain api” dan memperingatkan bahwa serangan terhadap situs nuklir Iran dapat menyebabkan bencana nuklir.

Lavrov mengatakan Rusia mendukung hak Iran untuk pengayaan uranium secara damai, menambahkan bahwa ketegangan saat ini berasal dari tindakan AS yang membatalkan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 selama masa jabatan pertama Trump.

AS menyerang situs nuklir Iran selama perang udara Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025. Iran sejak itu menyatakan serangan tersebut tidak akan menghalangi program nuklirnya.

Baca juga: Perang AS Vs Iran Bisa Terjadi Berminggu-minggu, Berikut 4 Faktanya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!