Siaga AS Serang Iran, Inggris Kerahkan 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Siprus
Minggu, 08 Februari 2026 - 08:54 WIB
Penguatan pasukan Inggris di Siprus terjadi setelah delegasi dari AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Oman mengenai program nuklir Iran pada hari Jumat. Meskipun Presiden AS Donald Trump menggambarkan perundingan tersebut sebagai “sangat baik”, kekhawatiran tetap ada bahwa jika perundingan berakhir tanpa hasil, eskalasi militer mungkin masih terjadi.
“Kita akan bertemu lagi awal pekan depan, dan mereka ingin membuat kesepakatan, Iran, sebagaimana seharusnya mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump, sebelum memperingatkan “konsekuensi berat” jika kesepakatan tidak tercapai.
Dia kemudian mengumumkan tarif 25 persen untuk impor dari negara mana pun yang secara langsung atau tidak langsung membeli barang dari Iran, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga berupaya menetapkan "garis merah" Teheran.
Araghchi mengatakan program rudal Iran tidak pernah bisa dinegosiasikan saat berbicara kepada saluran televisi Al Jazeera pada hari Sabtu, sebelum kemudian mengatakan, “Rudal tidak pernah bisa dinegosiasikan karena itu adalah masalah pertahanan."
Sementara itu, situs berita Israel; Ynet, melaporkan bahwa komandan Angkatan Udara negara itu, Tomer Bar, dan kepala intelijen militer Shlomi Binder mengadakan diskusi panjang dan penting pada hari Jumat, menyetujui dan menyelesaikan rencana operasional untuk kemungkinan tindakan terhadap Iran.
Media itu juga melaporkan, "Jika AS menyerang Iran, Israel dapat mengambil bagian dalam skenario tersebut."
“Kita akan bertemu lagi awal pekan depan, dan mereka ingin membuat kesepakatan, Iran, sebagaimana seharusnya mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump, sebelum memperingatkan “konsekuensi berat” jika kesepakatan tidak tercapai.
Dia kemudian mengumumkan tarif 25 persen untuk impor dari negara mana pun yang secara langsung atau tidak langsung membeli barang dari Iran, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga berupaya menetapkan "garis merah" Teheran.
Araghchi mengatakan program rudal Iran tidak pernah bisa dinegosiasikan saat berbicara kepada saluran televisi Al Jazeera pada hari Sabtu, sebelum kemudian mengatakan, “Rudal tidak pernah bisa dinegosiasikan karena itu adalah masalah pertahanan."
Sementara itu, situs berita Israel; Ynet, melaporkan bahwa komandan Angkatan Udara negara itu, Tomer Bar, dan kepala intelijen militer Shlomi Binder mengadakan diskusi panjang dan penting pada hari Jumat, menyetujui dan menyelesaikan rencana operasional untuk kemungkinan tindakan terhadap Iran.
Media itu juga melaporkan, "Jika AS menyerang Iran, Israel dapat mengambil bagian dalam skenario tersebut."
Lihat Juga :