Pembicaraan AS-Iran Berpindah dari Istanbul ke Oman, Digelar Jumat

Kamis, 05 Februari 2026 - 17:10 WIB
Menurut Bloomberg dan Reuters, Teheran bersikeras agar pembicaraan dibatasi secara eksklusif pada program nuklirnya, menolak upaya AS dan Israel untuk memperluas diskusi agar mencakup kemampuan rudal balistik Iran atau aliansi regionalnya.

Seorang pejabat regional yang dikutip Reuters mengatakan Iran lebih menyukai Oman karena sebelumnya negara itu menjadi tuan rumah negosiasi nuklir yang sensitif dan dipandang Teheran sebagai mediator netral dan tepercaya.

Iran juga menentang partisipasi negara-negara regional tambahan selain Turki, memperkuat tuntutannya untuk pembicaraan bilateral langsung dengan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengkonfirmasi pembicaraan direncanakan "dalam beberapa hari mendatang," menambahkan beberapa negara, termasuk Turki dan Oman, telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah.

Baghaei memperingatkan agar diskusi tentang tempat penyelenggaraan tidak berubah menjadi "permainan media," menggarisbawahi keinginan Teheran menjaga agar negosiasi tetap terkendali dan terfokus.

Diplomasi Regional Meningkat



Seiring dengan koordinasi AS, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meluncurkan serangkaian konsultasi regional.

Araghchi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, berterima kasih kepada Ankara atas upayanya mengurangi ketegangan, dan secara terpisah menghubungi Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, memuji peran Oman dalam memfasilitasi dialog.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!