Jenderal Iran Ancam Serang Israel dan Pangkalan AS Lebih Dulu

Kamis, 08 Januari 2026 - 08:59 WIB
“Republik Islam menganggap intensifikasi retorika semacam itu terhadap bangsa Iran sebagai ancaman dan tidak akan membiarkan kelanjutannya tanpa tanggapan,” katanya kepada para pelajar.

“Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa kesiapan angkatan bersenjata Iran saat ini jauh lebih besar daripada sebelum perang. Jika musuh melakukan kesalahan, mereka akan menghadapi respons yang lebih tegas, dan kami akan memotong tangan setiap agresor," paparnya.

Dewan Pertahanan Iran yang baru dibentuk juga menyatakan bahwa Teheran dapat merespons lebih dulu sebelum serangan musuh terjadi.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, dewan tersebut mengatakan bahwa tuduhan dan pernyataan intervensionis yang ditujukan kepada Iran dapat dianggap sebagai tindakan permusuhan jika melampaui retorika.

Dewan tersebut mengatakan bahwa keamanan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Iran merupakan garis merah yang tidak dapat dilanggar, dan memperingatkan bahwa perilaku permusuhan yang berkelanjutan akan memicu respons, dengan tanggung jawab penuh atas konsekuensinya berada di pihak yang berada di baliknya.

Dalam kerangka pertahanan yang sah, lanjut dewan tersebut, Iran tidak menganggap dirinya terbatas hanya untuk merespons setelah suatu tindakan terjadi dan akan memperlakukan tanda-tanda ancaman yang nyata sebagai bagian dari penilaian keamanannya.

“Setiap pelanggaran terhadap kepentingan nasional, campur tangan dalam urusan internal, atau tindakan yang mengancam stabilitas Iran akan ditanggapi dengan respons yang proporsional, tepat sasaran, dan tegas. Peningkatan bahasa yang mengancam dan perilaku intervensionis yang melampaui sekadar gertakan verbal dapat diartikan sebagai perilaku bermusuhan," katanya, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (8/1/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!