Penculikan Maduro Picu Potensi Perang AS dengan Iran

Senin, 05 Januari 2026 - 14:06 WIB
Penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro picu potensi perang AS dan Iran. Foto/X/@rkmtimes
TEHERAN - Beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, politisi Israel Yair Lapid mengeluarkan peringatan kepada Teheran: “Rezim di Iran harus memperhatikan dengan saksama apa yang terjadi di Venezuela.”

Penggulingan paksa Maduro dari kekuasaan terjadi kurang dari seminggu setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran.



Penculikan Maduro Picu Potensi Perang AS dengan Iran

1. Trump Suka Melihat Perubahan Rezim

Meskipun ketegangan Washington dengan Caracas dan Teheran memiliki akar dan dinamika yang berbeda, para analis mengatakan langkah Trump terhadap Maduro meningkatkan prospek perang dengan Iran.

“Kekacauan baru membuat segalanya kurang stabil dan perang lebih mungkin terjadi,” kata Jamal Abdi, presiden Dewan Nasional Iran-Amerika (NIAC), dilansir Al Jazeera.

“Apakah Trump akan terpesona dengan perubahan rezim yang ‘tepat sasaran’, atau memberikan Netanyahu persetujuan AS untuk tindakan serupa, sulit untuk tidak melihat bagaimana hal ini memberikan momentum bagi banyak aktor yang mendorong perang baru dengan Iran.”

Ia menambahkan bahwa penculikan Maduro dapat mendorong Iran “untuk melakukan sesuatu yang memicu aksi militer”, termasuk mengembangkan pencegahan militer sendiri atau mendahului serangan AS atau Israel.

Baca Juga: Ini Cara Kerja CIA dalam Operasi Penangkapan Presiden Maduro
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!