Mulai Mewujudkan Israel Raya, PM Netanyahu Bangun Zona Penyangga di Suriah

Rabu, 03 Desember 2025 - 18:17 WIB
Ia berkata, "Kami menguasai wilayah ini untuk memastikan" "keamanan" para pemukim ilegal rezim tersebut. Dia menambahkan bahwa setiap perjanjian dengan Suriah akan mengharuskan Suriah menerima persyaratan Tel Aviv.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan komentar Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka menyatakan bahwa rezim harus "menjaga dialog yang kuat dan jujur dengan Suriah" dan memperingatkan terhadap langkah-langkah yang dapat "mengganggu perkembangan Suriah," tanpa membahas operasi darat rezim yang berkelanjutan di dalam negeri.

Para pengamat menilai pernyataan terakhir tersebut hanya basa-basi belaka terkait isu integritas teritorial Suriah. Mereka mengutip dukungan langsung Washington yang tak henti-hentinya terhadap serangan dan kekejaman regional rezim tersebut.

Sejak akhir 2024, setelah jatuhnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dalam serangan yang didukung Israel yang melanda Suriah, pasukan Israel telah maju ke Area Pemisahan yang ditetapkan PBB yang dibentuk pada tahun 1974 setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB.

Zona seluas 235 kilometer persegi ini awalnya dimaksudkan sebagai wilayah netral untuk mencegah eskalasi, yang dipatroli oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!