Israel Langgar Gencatan Senjata, Habisi Pemimpin Militer Hizbullah via Serangan Udara

Senin, 24 November 2025 - 08:19 WIB
Serangan udara Israel menewaskan pemimpin militer Hizbullah di Beirut, Lebanon, pada hari Minggu. Ini merupakan pelanggaran terbaru Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata. Foto/Houssam Shbaro/Anadolu
BEIRUT - Militer Israel telah membunuh pejabat tinggi militer Hizbullah dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada hari Minggu. Ini merupakan pelanggaran gencatan senjata terbaru oleh militer Zionis meski kesepakatan itu berlaku sejak setahun lalu.

Serangan udara tersebut, yang pertama di pinggiran ibu kota Lebanon dalam beberapa bulan, menargetkan pelaksana tugas kepala staf Hizbullah, Ali Tabtabai. Militer Israel mengonfirmasi operasi pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Reuters, Senin (24/11/2025).



Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata 500 Kali dalam 44 Hari

Hizbullah juga mengonfirmasi kematian Tabtabai dalam sebuah pernyataan, berduka atas kematiannya sebagai komandan hebat yang telah bekerja untuk menghadapi Israel hingga saat-saat terakhir hidupnya. Menurut kelompok milisi pro-Iran tersebut, Tabtabai telah menunjukkan senioritasnya.

"Serangan Israel melewati garis merah," kata pejabat Hizbullah Mahmoud Qmati saat dia berdiri di dekat gedung yang dibom di pinggiran Haret Hreik, sebuah basis kelompok tersebut.

Menurutnya, pimpinan Hizbullah akan memutuskan apakah dan bagaimana kelompok itu akan merespons pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Tabtabai pada tahun 2016, mengidentifikasinya sebagai pemimpin kunci Hizbullah dan menawarkan hadiah hingga USD5 juta untuk informasi tentangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!