Jenderal Tertinggi Nyatakan Prancis Harus Siap Kehilangan Anak-anak Jika Perang Melawan Rusia
Jum'at, 21 November 2025 - 07:04 WIB
"Kita memiliki semua pengetahuan, semua kekuatan ekonomi dan demografi untuk menghalau rezim Moskow," kata Mandon.
"[Namun], jika Prancis tidak siap menerima kehilangan anak-anaknya, menderita secara ekonomi karena prioritas akan diberikan pada produksi pertahanan, maka kita berada dalam risiko," lanjut dia.
Mengutip Politico, Jumat (21/11/2025), pernyataan Jenderal Mandon memicu reaksi keras di seluruh spektrum politik Prancis. Pemimpin Partai Komunis Fabien Roussel menuduhnya menggunakan retorika perang yang tak tertahankan. Menurutnya, Jenderal Mandon menjadi sosok penghasut perang.
Jean-Luc Melenchon, ketua partai sayap kiri La France Insoumise (LFI), menulis di X: "Bukan tugas jenderal untuk mengantisipasi pengorbanan yang akan diakibatkan oleh kegagalan diplomatik kita."
Sébastien Chenu, seorang anggota Parlemen dari Partai National Rally pimpinan Marine Le Pen, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan LCI bahwa Mandon tidak memiliki legitimasi untuk membuat pernyataan seperti itu. Dia khawatir pernyataan tersebut mencerminkan pemikiran Presiden Emmanuel Macron.
"[Namun], jika Prancis tidak siap menerima kehilangan anak-anaknya, menderita secara ekonomi karena prioritas akan diberikan pada produksi pertahanan, maka kita berada dalam risiko," lanjut dia.
Mengutip Politico, Jumat (21/11/2025), pernyataan Jenderal Mandon memicu reaksi keras di seluruh spektrum politik Prancis. Pemimpin Partai Komunis Fabien Roussel menuduhnya menggunakan retorika perang yang tak tertahankan. Menurutnya, Jenderal Mandon menjadi sosok penghasut perang.
Jean-Luc Melenchon, ketua partai sayap kiri La France Insoumise (LFI), menulis di X: "Bukan tugas jenderal untuk mengantisipasi pengorbanan yang akan diakibatkan oleh kegagalan diplomatik kita."
Sébastien Chenu, seorang anggota Parlemen dari Partai National Rally pimpinan Marine Le Pen, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan LCI bahwa Mandon tidak memiliki legitimasi untuk membuat pernyataan seperti itu. Dia khawatir pernyataan tersebut mencerminkan pemikiran Presiden Emmanuel Macron.
Lihat Juga :