Takut Dikudeta, Tim PM Inggris Keir Starmer dalam Mode Bunker
Kamis, 13 November 2025 - 17:15 WIB
Ketidakpuasan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penanganan Starmer terhadap ekonomi dan menurunnya tingkat penerimaan terhadapnya.
Jajak pendapat menunjukkan Starmer adalah salah satu perdana menteri paling tidak populer di zaman modern, dan partainya telah tertinggal dari partai oposisi sayap kanan Reform UK pimpinan Nigel Farage selama berbulan-bulan. Kemerosotan ini diperparah oleh kemarahan atas anggaran yang akan datang.
Streeting membantah klaim bahwa ia berencana menggantikan Starmer, menyalahkan apa yang ia sebut sebagai "budaya beracun" di kantor perdana menteri.
Isu ini mengemuka dalam sidang Parlemen pada hari Rabu, di mana pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menuduh Starmer telah "kehilangan kendali atas No. 10" dan mengatakan pemerintahannya telah jatuh ke dalam "perang saudara."
Starmer menjawab bahwa ia memimpin "tim yang bersatu" dan bersikeras ia dan stafnya "berfokus penuh untuk memberikan hasil bagi negara."
Menurunnya popularitas Starmer bermula dari kemarahan publik atas kurangnya stabilitas ekonomi dan meningkatnya kekhawatiran tentang imigrasi.
Jajak pendapat menunjukkan Starmer adalah salah satu perdana menteri paling tidak populer di zaman modern, dan partainya telah tertinggal dari partai oposisi sayap kanan Reform UK pimpinan Nigel Farage selama berbulan-bulan. Kemerosotan ini diperparah oleh kemarahan atas anggaran yang akan datang.
Streeting membantah klaim bahwa ia berencana menggantikan Starmer, menyalahkan apa yang ia sebut sebagai "budaya beracun" di kantor perdana menteri.
Isu ini mengemuka dalam sidang Parlemen pada hari Rabu, di mana pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menuduh Starmer telah "kehilangan kendali atas No. 10" dan mengatakan pemerintahannya telah jatuh ke dalam "perang saudara."
Starmer menjawab bahwa ia memimpin "tim yang bersatu" dan bersikeras ia dan stafnya "berfokus penuh untuk memberikan hasil bagi negara."
Menurunnya popularitas Starmer bermula dari kemarahan publik atas kurangnya stabilitas ekonomi dan meningkatnya kekhawatiran tentang imigrasi.
Lihat Juga :