Dinas Intelijen Gerebek Rumah Jurnalis China, Ini Kata Australia
Minggu, 13 September 2020 - 14:22 WIB
Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton. Foto/SCMP
CANBERRA - Menteri Dalam Negeri Australia , Peter Dutton, membela hak pemerintah atas penggerebekan dinas intelijen untuk mencegah campur tangan asing. Pernyataan itu dilontarkannya setelah China mengutuk penggeledahan di rumah jurnalis yang bekerja di Australia.
Dutton menolak untuk secara langsung mengonfirmasi bahwa jurnalis China telah diinterogasi oleh badan intelijen Australia pada bulan Juni, dengan mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Namun ia mengatakan ada beberapa "aktivitas" oleh badan intelijen negara.
“Jika (Organisasi Intelijen Keamanan Australia) memiliki alasan yang cukup untuk melaksanakan perintah penggeledahan, atau untuk aktivitas lain, maka mereka akan melakukan aktivitas itu,” kata Dutton di televisi Australian Broadcasting Corp (ABC).
"Jika orang-orang menyamar sebagai jurnalis atau pemimpin bisnis atau siapa pun mereka, dan ada bukti bahwa mereka bertindak bertentangan dengan hukum Australia, maka dinas intelijen akan bertindak," imbuhnya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (13/9/2020).
Dutton menolak untuk secara langsung mengonfirmasi bahwa jurnalis China telah diinterogasi oleh badan intelijen Australia pada bulan Juni, dengan mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Namun ia mengatakan ada beberapa "aktivitas" oleh badan intelijen negara.
“Jika (Organisasi Intelijen Keamanan Australia) memiliki alasan yang cukup untuk melaksanakan perintah penggeledahan, atau untuk aktivitas lain, maka mereka akan melakukan aktivitas itu,” kata Dutton di televisi Australian Broadcasting Corp (ABC).
"Jika orang-orang menyamar sebagai jurnalis atau pemimpin bisnis atau siapa pun mereka, dan ada bukti bahwa mereka bertindak bertentangan dengan hukum Australia, maka dinas intelijen akan bertindak," imbuhnya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (13/9/2020).
Lihat Juga :