4 Fakta Ketidakpastian Geopolitik Picu Lonjakan Emas dan Bitcoin

Rabu, 08 Oktober 2025 - 04:40 WIB

2. Perang Ukraina dan Gaza Masih Terus Berlanjut

Ketidakpastian geopolitik juga terus berlanjut sebagai akibat dari perang Rusia di Ukraina dan perang di Gaza.

Faktor lain yang terjadi baru-baru ini adalah penutupan pemerintah AS. Emas secara luas dipandang oleh investor sebagai opsi alternatif bagi dolar AS, yang nilainya telah turun tajam tahun ini.

Emas juga diuntungkan oleh penurunan dukungan terhadap yen Jepang sebagai aset safe haven. Saham Jepang melonjak pada hari Senin setelah Sanae Takaichi dipastikan terpilih sebagai pemimpin partai berkuasa LDP, yang menjadikannya perdana menteri wanita pertama negara itu. Namun, yen terus melemah.

"Pelemahan yen setelah pemilihan umum LDP Jepang telah mengurangi satu aset safe haven bagi investor, dan emas berhasil memanfaatkannya," ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, kepada kantor berita Reuters.

Situasi di AS semakin meningkatkan daya tarik emas. "Penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan berarti awan ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian AS, dan potensi dampaknya terhadap PDB," tambahnya.

3. Masa Depan Perekonomian Global Jadi Tanda Tanya

Namun, para ahli mengatakan bahwa lonjakan harga emas saat ini bukan hanya sekadar keraguan atas masa depan perekonomian AS atau bahkan, perekonomian global. Beberapa analis mengatakan telah terjadi peningkatan permintaan untuk reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas, dengan semakin banyak investor dari berbagai latar belakang yang ingin berinvestasi.

"Fakta bahwa permintaan ETF telah kembali begitu kuat menunjukkan bahwa ada dua bentuk penawaran 'agresif' untuk emas, dari bank sentral dan investor ETF," tulis analis Deutsche Bank dalam sebuah catatan kepada klien.

Emas telah lama dibeli oleh bank sentral di seluruh dunia, tetapi permintaan ETF yang baru telah memicu reli saat ini. Data terbaru dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menunjukkan bahwa hedge fund kini memegang rekor kepemilikan emas senilai $73 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!