Eks PM Inggris Tony Blair Berambisi Pimpin Pemerintahan Transisi Gaza
Sabtu, 27 September 2025 - 08:42 WIB
The Economist menggambarkan rencana tersebut sebagai "peningkatan yang nyata" dibandingkan visi Presiden AS Donald Trump sebelumnya tentang "riviera" Gaza yang dimiliki Amerika.
Menurut laporan tersebut, GITA awalnya akan berkantor pusat di El-Arish, Mesir, dan meniru otoritas transisi sebelumnya di Timor Leste dan Kosovo. Misinya mencakup penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina (PA).
Badan Palestina yang berbasis di Ramallah saat ini hanya menjalankan wewenang terbatas di Tepi Barat, tempat militer Israel memegang kendali dominan –pengaturan yang dicap oleh para kritikus sebagai sistem apartheid.
Israel sebelumnya telah menolak peran apa pun bagi PA dalam memerintah Gaza setelah perang.
Financial Times mengatakan Washington menyajikan ide-ide segar untuk masa depan Gaza selama pertemuan Majelis Umum PBB pekan ini, termasuk menempatkan Blair di dewan pengawas internasional. Beberapa negara Arab dilaporkan lebih menyukai komite teknokrat Palestina.
Menurut laporan tersebut, GITA awalnya akan berkantor pusat di El-Arish, Mesir, dan meniru otoritas transisi sebelumnya di Timor Leste dan Kosovo. Misinya mencakup penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina (PA).
Badan Palestina yang berbasis di Ramallah saat ini hanya menjalankan wewenang terbatas di Tepi Barat, tempat militer Israel memegang kendali dominan –pengaturan yang dicap oleh para kritikus sebagai sistem apartheid.
Israel sebelumnya telah menolak peran apa pun bagi PA dalam memerintah Gaza setelah perang.
Financial Times mengatakan Washington menyajikan ide-ide segar untuk masa depan Gaza selama pertemuan Majelis Umum PBB pekan ini, termasuk menempatkan Blair di dewan pengawas internasional. Beberapa negara Arab dilaporkan lebih menyukai komite teknokrat Palestina.
Lihat Juga :