Output Industri dan Penjualan Ritel China Catat Laju Pertumbuhan Rendah

Selasa, 16 September 2025 - 08:01 WIB

Krisis Properti dan Pengangguran



Investasi aset tetap juga tumbuh lebih lambat dari perkiraan, hanya 0,5% pada delapan bulan pertama secara tahunan, turun dari 1,6% pada Januari–Juli, mencatat kinerja terburuk di luar masa pandemi. Pemerintah China mendorong produsen mencari pasar baru untuk mengimbangi kebijakan dagang AS yang tidak pasti dan lemahnya belanja konsumen.

Data terpisah menunjukkan para pemilik pabrik di China berhasil mengalihkan sebagian pengiriman ke AS ke tujuan lain di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin, namun efek negatif dari krisis properti terus menahan stabilitas ekonomi.

Sejumlah keluarga di China, yang kekayaannya menurun akibat pelemahan sektor properti, menahan pengeluaran seiring menurunnya kepercayaan bisnis, sehingga menekan pasar tenaga kerja.

Tingkat pengangguran naik menjadi 5,3% pada Agustus, tertinggi enam bulan terakhir, dari 5,2% bulan sebelumnya dan 5,0% pada Juni. Harga rumah baru turun 0,3% dari Juli dan 2,5% secara tahunan.

"Kami memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel akan tetap di atas 4% sebelum September di bawah subsidi konsumen, jadi apa yang terjadi beberapa bulan ini mengecewakan," kata Xu Tianchen, ekonom senior di Economist Intelligence Unit.

Memudarnya Dukungan Fiskal

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!