Bahrain Ikuti Jejak UEA Normalisasi Hubungan dengan Israel
Sabtu, 12 September 2020 - 04:04 WIB
Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa. Foto/REUTERS
DUBAI - Bahrain bergabung Uni Emirat Arab (UEA) membuat kesepakatan untuk normalisasi hubungan dengan Israel pada Jumat (11/9). Langkah dramatis ini dapat memicu protes dari dunia Islam.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah tweet tentang langkah Bahrain itu setelah berbicara melalui telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
“Ini terobosan bersejarah untuk perdamaian lebih lanjut di Timur Tengah,” ungkap pernyataan bersama Amerika Serikat (AS), Bahrain dan Israel , dilansir Reuters.
“Membuka dialog langsung dan hubungan antara dua masyarakat dinamis dan ekonomi maju ini akan meneruskan perubahan positif di Timur Tengah dan meningkatkan stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan,” papar pernyataan itu.
UEA bulan lalu sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel sesuai kesepakatan yang dimediasi AS. Kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani pada 15 September dalam upacara di Gedung Putih yang dipimpin Trump dan dihadiri PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan.
Membuka hubungan dengan Israel terjadi di tengah kekhawatiran pada ancaman Iran di kawasan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah tweet tentang langkah Bahrain itu setelah berbicara melalui telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
“Ini terobosan bersejarah untuk perdamaian lebih lanjut di Timur Tengah,” ungkap pernyataan bersama Amerika Serikat (AS), Bahrain dan Israel , dilansir Reuters.
“Membuka dialog langsung dan hubungan antara dua masyarakat dinamis dan ekonomi maju ini akan meneruskan perubahan positif di Timur Tengah dan meningkatkan stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan,” papar pernyataan itu.
UEA bulan lalu sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel sesuai kesepakatan yang dimediasi AS. Kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani pada 15 September dalam upacara di Gedung Putih yang dipimpin Trump dan dihadiri PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan.
Membuka hubungan dengan Israel terjadi di tengah kekhawatiran pada ancaman Iran di kawasan.
Lihat Juga :