Siapa Ahmed al-Rahawi? PM Houthi Yaman yang Tewas Dibom Israel

Senin, 01 September 2025 - 04:55 WIB

2. Mampu Mengonsolidasikan Yaman

Sebelum meraih popularitas nasional, al-Rahawi menjabat di beberapa posisi pemerintahan daerah. Ia menjabat sebagai direktur dan ketua Distrik Khanfar, kemudian wakil gubernur Al-Mahwit, dan kemudian Gubernur Kegubernuran Abyan. Peran-peran ini memberinya pengalaman dalam mengelola politik regional Yaman yang sangat terpecah-pecah.

Pada tahun 2019, al-Rahawi diangkat menjadi Dewan Politik Tertinggi, badan pemerintahan tertinggi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Kenaikan jabatannya mencerminkan tumbuhnya kepercayaan di dalam Houthi, yang telah mengkonsolidasikan kekuasaan di Yaman utara sejak menguasai Sanaa pada tahun 2014.

3. Berpihak pada Iran

Pada 10 Agustus 2024, al-Rahawi diangkat menjadi Perdana Menteri Pemerintahan Perubahan dan Pembangunan, yang dibentuk di bawah Dewan Politik Tertinggi. Pemerintahannya tidak diakui secara internasional, karena pemerintah resmi Yaman—yang didukung oleh Arab Saudi dan bersekutu dengan kekuatan Barat—tetap berpusat di Aden.

Sebagai perdana menteri, al-Rahawi menjadi wajah utama proyek politik Houthi, menyeimbangkan kesetiaan kesukuan dengan ideologi kelompok yang berpihak pada Iran. Ia sering memuji gerakan perlawanan di seluruh Timur Tengah, termasuk Hizbullah di Lebanon, menggambarkannya sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang disebutnya "musuh Zionis".

4. Kematiannya Mengguncang Politik Yaman

Pada 28 Agustus 2025, jet tempur Israel melakukan serangan udara di Sanaa, yang menargetkan para pemimpin senior Houthi. Menurut laporan, Ahmed al-Rahawi tewas dalam salah satu serangan tersebut bersama beberapa rekannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!