Putin dan Xi Meletakkan Fondasi Tatanan Dunia Baru, Berikut 3 Strateginya
Senin, 01 September 2025 - 03:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Xi Jinping akan meletakkan fondasi tatanan dunia baru. Foto/X/@KremlinRussia_E
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin akan berkunjung ke Beijing minggu ini untuk menghadiri upacara peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II di front Asia. Bagi China, peringatan ini lebih dari sekadar ritual sejarah.
Peringatan ini merupakan puncak perjuangan selama seabad melawan dominasi asing, dari Perang Candu di pertengahan abad ke-19 hingga kekalahan Jepang pada tahun 1945. Pengakuan publik Rusia atas perjuangan tersebut – dan pengorbanan rakyat China – memiliki bobot simbolis yang sangat besar bagi Beijing.
Namun kunjungan Putin bukan sekadar isyarat sejarah. Kunjungan ini merupakan sinyal persatuan. Rusia dan Tiongkok menghadirkan visi bersama kepada dunia, baik tentang masa lalu maupun masa depan. Bagi negara-negara berkembang, kunjungan ini menggarisbawahi adanya alternatif bagi hegemoni Barat. Bagi Barat, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa alternatif ini tidak dapat diabaikan.
Upaya pemerintahan Trump untuk memisahkan Moskow dan Beijing mungkin merupakan kesempatan terakhir Washington untuk mempertahankan supremasi global yang tak terbantahkan. Kesempatan itu telah sirna. Pada tahun 2025, koordinasi kebijakan luar negeri Rusia-Tiongkok akan lebih erat daripada titik mana pun dalam setengah abad terakhir, dan kunjungan Putin ke Beijing akan memperkuat kenyataan tersebut.
Peringatan ini merupakan puncak perjuangan selama seabad melawan dominasi asing, dari Perang Candu di pertengahan abad ke-19 hingga kekalahan Jepang pada tahun 1945. Pengakuan publik Rusia atas perjuangan tersebut – dan pengorbanan rakyat China – memiliki bobot simbolis yang sangat besar bagi Beijing.
Namun kunjungan Putin bukan sekadar isyarat sejarah. Kunjungan ini merupakan sinyal persatuan. Rusia dan Tiongkok menghadirkan visi bersama kepada dunia, baik tentang masa lalu maupun masa depan. Bagi negara-negara berkembang, kunjungan ini menggarisbawahi adanya alternatif bagi hegemoni Barat. Bagi Barat, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa alternatif ini tidak dapat diabaikan.
Upaya pemerintahan Trump untuk memisahkan Moskow dan Beijing mungkin merupakan kesempatan terakhir Washington untuk mempertahankan supremasi global yang tak terbantahkan. Kesempatan itu telah sirna. Pada tahun 2025, koordinasi kebijakan luar negeri Rusia-Tiongkok akan lebih erat daripada titik mana pun dalam setengah abad terakhir, dan kunjungan Putin ke Beijing akan memperkuat kenyataan tersebut.
Lihat Juga :