Siapa Farah Faizal? Perempuan Malaysia 28 Tahun yang Berubah Jadi Nenek-nenek saat Hamil
Minggu, 10 Agustus 2025 - 02:40 WIB
“Saya tidak bisa membayangkan hidup bersama orang lain dalam hidup ini,” kata Faizal tentang suaminya. “Suami saya adalah rumah saya, meredakan ketakutan saya, memegang bibir saya ketika saya panik. Dia selalu mengingatkan saya betapa cantik, kuat, dan berharganya saya.”
Kisah Farah Faizal dibagikan jutaan kali dan menerima jutaan suka di media sosial, tetapi tidak semua orang menyukai unggahannya.
Beberapa kritikus menuduhnya membagikan detail pribadi tentang hidupnya, sementara yang lain menuduhnya memanipulasi foto-fotonya untuk menarik perhatian. Menanggapi komentar negatif tersebut, ibu muda ini mengumumkan bahwa ia tidak akan lagi membagikan detail tentang kondisinya di media sosial, menjelaskan bahwa ia hanya ingin menyoroti perubahan traumatis yang dapat dialami perempuan selama kehamilan.
"Saya tidak berutang penjelasan kepada siapa pun," tulis Faizal. "Tetapi kenyataannya, kesehatan mental saya terpengaruh ketika beberapa orang tanpa sengaja mengabaikan dampak hormon kehamilan terhadap tubuh, kulit, dan emosi perempuan."
3. Kondisi Membaik setelah Melahirkan
Untungnya, setelah melahirkan, kondisi Farah membaik secara signifikan, dan sebuah foto terbaru yang dibagikan di media sosial menunjukkan perbedaan yang mengejutkan. Sebagian besar peradangan telah hilang, begitu pula pustula, dan perempuan berusia 28 tahun itu berharap dapat segera kembali seperti dirinya yang dulu.Kisah Farah Faizal dibagikan jutaan kali dan menerima jutaan suka di media sosial, tetapi tidak semua orang menyukai unggahannya.
Beberapa kritikus menuduhnya membagikan detail pribadi tentang hidupnya, sementara yang lain menuduhnya memanipulasi foto-fotonya untuk menarik perhatian. Menanggapi komentar negatif tersebut, ibu muda ini mengumumkan bahwa ia tidak akan lagi membagikan detail tentang kondisinya di media sosial, menjelaskan bahwa ia hanya ingin menyoroti perubahan traumatis yang dapat dialami perempuan selama kehamilan.
"Saya tidak berutang penjelasan kepada siapa pun," tulis Faizal. "Tetapi kenyataannya, kesehatan mental saya terpengaruh ketika beberapa orang tanpa sengaja mengabaikan dampak hormon kehamilan terhadap tubuh, kulit, dan emosi perempuan."
(ahm)
Lihat Juga :