Intelijen AS Bongkar Rencana Kudeta Obama terhadap Trump

Minggu, 20 Juli 2025 - 00:30 WIB
"Itu digunakan sebagai pembenaran untuk pencemaran nama baik yang tak berkesudahan, sanksi dari Kongres, dan investigasi rahasia." Ia menambahkan: "Ketika penilaian internal utama menemukan bahwa Rusia 'tidak memengaruhi hasil pemilu AS baru-baru ini,' temuan tersebut ditutup-tutupi."

"Selama berbulan-bulan sebelum pemilu 2016, Komunitas Intelijen menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki niat dan kemampuan untuk meretas pemilu AS," catat Gabbard. "Tetapi setelah Presiden Trump menang, segalanya berubah."

Satu dokumen — draf Ringkasan Harian Presiden tertanggal 8 Desember 2016 — menyatakan Rusia "tidak memengaruhi hasil pemilu AS baru-baru ini" melalui serangan siber. Laporan tersebut, yang disusun oleh CIA, NSA, FBI, DHS, dan badan-badan lainnya, tidak menemukan bukti adanya campur tangan dalam pemilu.

Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?

Namun, Fox News melaporkan pada hari Jumat bahwa dokumen tersebut telah ditarik — "berdasarkan panduan baru," menurut surel internal. Beberapa jam kemudian, sebuah pertemuan tingkat tinggi di Ruang Situasi berlangsung, yang dihadiri oleh para pejabat termasuk DNI James Clapper, Direktur CIA John Brennan, Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice, Wakil Direktur FBI Andrew McCabe, dan Jaksa Agung Loretta Lynch.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!