Jerman Mampu Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Senang Iran Punya Bom Atom

Jum'at, 11 Juli 2025 - 07:19 WIB
Meskipun kepala IAEA menyoroti perlunya dialog internasional tentang keamanan nuklir dan pentingnya menegakkan komitmen non-proliferasi, pernyataannya menyusul serangan udara AS dan Israel baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran. Serangan tersebut dilakukan dengan dalih mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, yang telah dibantah oleh IAEA maupun intelijen AS.

Setelah serangan udara tersebut, Iran menangguhkan kerja sama dengan IAEA dan mengusir para inspekturnya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik badan tersebut karena tidak mengutuk serangan tersebut, menyebut sikap diamnya sebagai "tidak dapat diterima" dan menuduh badan tersebut bias.

Jerman Puji Israel Serang Situs Nuklir Iran



Setelah Israel menyerang situs-situs nuklir Iran, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan pujian mengejutkan. Menurutnya, pemerintah dan tentara Israel telah melakukan "pekerjaan kotor" untuk negara-negara Barat.

Merz menyampaikan pernyataan tersebut dalam serangkaian wawancara di sela-sela pertemuan puncak G7 di Kanada bulan lalu, yang dihadiri semua penjamin kesepakatan nuklir Iran 2015, kecuali Rusia dan China.

"Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua. Kita juga adalah korban dari rezim ini," ujar dia dalam wawancara dengan ZDF.

"Rezim mullah ini telah membawa kematian dan kehancuran bagi dunia," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!