Ironis! Penjahat Perang Netanyahu Rekomendasikan Trump dapat Hadiah Nobel Perdamaian

Rabu, 09 Juli 2025 - 17:40 WIB
"Jika orang ingin tinggal, mereka boleh tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi," kata perdana menteri Israel.

"Kami bekerja sama dengan Amerika Serikat secara erat untuk menemukan negara-negara yang akan mewujudkan apa yang selalu mereka katakan, bahwa mereka ingin memberikan masa depan yang lebih baik bagi Palestina. Saya pikir kami hampir menemukan beberapa negara."

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pejabat Palestina telah mengecam pemindahan paksa tersebut sebagai hukuman kolektif dan bagian dari perang genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Hampir 90% penduduk Jalur Gaza telah mengungsi setidaknya sekali sejak Oktober 2023, ketika Israel melancarkan agresinya terhadap Gaza.

Rezim pendudukan telah menewaskan lebih dari 57.500 warga Palestina di sana sejauh ini, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Pada November 2024, Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan menteri urusan militernya, Yoav Gallant, atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang terkait dengan genosida Israel yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!