PM Hongaria: Keanggotaan Ukraina di NATO Picu Perang Dunia III
Minggu, 29 Juni 2025 - 03:16 WIB
Baca Juga: Pakar Ini Sebut Tujuan AS dan Israel Menyerang ke Iran Gagal Total
Postingan X Orban muncul setelah wawancara dengan media Hongaria pada hari Jumat, di mana ia berpendapat bahwa masuknya Ukraina ke dalam UE akan merusak seluruh blok, termasuk ekonomi Hongaria. Ia sebelumnya menguraikan kekhawatirannya atas produk Ukraina yang murah yang merugikan petani Hongaria.
Ia menambahkan bahwa perbatasan dan populasi Ukraina akan tetap cair selama konflik dengan Rusia berlangsung, sehingga keanggotaan UE tidak dapat dipertahankan.
Pada hari Kamis, Budapest memveto pernyataan bersama UE tentang Ukraina di Dewan Urusan Luar Negeri di Brussels, yang secara efektif menghalangi pembicaraan aksesi Kiev. Berdasarkan aturan UE, persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota diperlukan untuk memulai proses tersebut.
Menurut komunike yang dikeluarkan oleh blok tersebut, masalah tersebut diharapkan akan diangkat lagi pada pertemuan dewan berikutnya di Oktober.
Mengomentari sikap negaranya awal minggu ini, Orban mengutip hasil pemungutan suara konsultatif di Hungaria yang berlangsung dari pertengahan April hingga 20 Juni, yang menanyakan: "Apakah Anda mendukung keanggotaan Ukraina di Uni Eropa?" Menurut perdana menteri, 95% dari lebih dari 2 juta peserta menolak aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Postingan X Orban muncul setelah wawancara dengan media Hongaria pada hari Jumat, di mana ia berpendapat bahwa masuknya Ukraina ke dalam UE akan merusak seluruh blok, termasuk ekonomi Hongaria. Ia sebelumnya menguraikan kekhawatirannya atas produk Ukraina yang murah yang merugikan petani Hongaria.
Ia menambahkan bahwa perbatasan dan populasi Ukraina akan tetap cair selama konflik dengan Rusia berlangsung, sehingga keanggotaan UE tidak dapat dipertahankan.
Pada hari Kamis, Budapest memveto pernyataan bersama UE tentang Ukraina di Dewan Urusan Luar Negeri di Brussels, yang secara efektif menghalangi pembicaraan aksesi Kiev. Berdasarkan aturan UE, persetujuan bulat dari semua 27 negara anggota diperlukan untuk memulai proses tersebut.
Menurut komunike yang dikeluarkan oleh blok tersebut, masalah tersebut diharapkan akan diangkat lagi pada pertemuan dewan berikutnya di Oktober.
Mengomentari sikap negaranya awal minggu ini, Orban mengutip hasil pemungutan suara konsultatif di Hungaria yang berlangsung dari pertengahan April hingga 20 Juni, yang menanyakan: "Apakah Anda mendukung keanggotaan Ukraina di Uni Eropa?" Menurut perdana menteri, 95% dari lebih dari 2 juta peserta menolak aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Lihat Juga :