Rudal-rudal Iran Serang Israel, 86 Warga Zionis Terluka

Senin, 23 Juni 2025 - 12:44 WIB
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, mengatakan dalam sebuah posting di X: "Bahkan jika situs nuklir dihancurkan, permainan belum berakhir, material yang diperkaya, pengetahuan, kemauan politik tetap ada."

Rafael Grossi, direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB bahwa kawah terlihat di fasilitas Fordow, tetapi tidak seorang pun mampu menilai kerusakan di bawah tanah.

Dia menambahkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir dapat menyebabkan kebocoran radiasi, tetapi IAEA belum mendeteksinya.

Militer Israel sedang memeriksa hasil serangan AS terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Fordow, dengan seorang juru bicaranya mengatakan tidak pasti apakah Iran telah mengeluarkan uranium yang diperkaya dari situs tersebut.

Kelompok penyerang utama AS adalah tujuh pesawat pengebom pembom B-2 Spirit yang terbang dari daratan Amerika ke Iran. Trump mengatakan pesawat-pesawat itu mendarat dengan selamat di tanah AS setelah misi maraton.

Menanggapi serangan itu, yang menggunakan lebih dari selusin bom "penghancur bunker" besar-besaran, angkatan bersenjata Iran menargetkan lokasi-lokasi di Israel termasuk bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, dengan sedikitnya 23 orang terluka.

Uni Emirat Arab, Qatar, dan Oman, yang telah menjadi penengah perundingan nuklir Iran-AS, mengkritik serangan AS dan menyerukan de-eskalasi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu memperingatkan terhadap "eskalasi yang tidak terkendali" di Timur Tengah, saat dia dan mitranya dari Jerman dan Inggris meminta Teheran "untuk tidak mengambil tindakan lebih lanjut yang dapat mengganggu stabilitas kawasan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!