Khamenei: Zionis Israel Sedang Dihukum Sekarang, Allahu Akbar!

Senin, 23 Juni 2025 - 08:48 WIB
"Kami tidak akan melanjutkan tindakan kami melampaui apa yang dibutuhkan untuk mencapainya, tetapi kami juga tidak akan menyelesaikannya terlalu cepat. Ketika tujuan tercapai, maka operasi selesai dan pertempuran akan berhenti," katanya.

"Saya tidak ragu bahwa ini adalah rezim yang ingin memusnahkan kami, dan itulah sebabnya kami memulai operasi ini untuk menghilangkan dua ancaman konkret terhadap keberadaan kami: ancaman nuklir, ancaman rudal balistik. Kami bergerak selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan ini. Kami sangat, sangat dekat untuk menyelesaikannya," katanya.

Dia mengeklaim situs nuklir Fordow Iran telah rusak parah oleh bom penghancur bunker AS pada Sabtu malam atau Minggu dini hari WIB, tetapi tingkat kerusakannya masih belum diketahui. Teheran telah berjanji untuk mempertahankan diri dengan segala cara.

Ketika ditanya tentang keberadaan uranium Iran yang diperkaya 60%, Netanyahu berkata: "Kami telah mengikuti itu dengan sangat cermat. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu adalah komponen penting dari program nuklir.

"Itu bukan satu-satunya komponen. Itu bukan komponen yang cukup. Namun, itu adalah komponen penting dan kami memiliki informasi menarik tentang itu, yang akan Anda maafkan jika saya tidak membagikannya dengan Anda," katanya.

Setidaknya hingga serangan pertama Israel terhadap instalasi pengayaannya pada 13 Juni, Iran memurnikan uranium hingga kemurnian 60%, selangkah lagi dari sekitar 90% yang merupakan tingkat bom dan jauh lebih tinggi dari batas 3,67% yang diberlakukan oleh kesepakatan nuklir 2015, yang dipatuhi Iran hingga setahun setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri pada 2018.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!