Ancam Bakar Teheran, 70 Jet Tempur Bermanuver 2,5 Jam di Wilayah Iran

Minggu, 15 Juni 2025 - 01:10 WIB
Setelah puluhan tahun permusuhan dan konflik melalui proksi, ini adalah pertama kalinya Israel dan Iran saling tembak dengan intensitas seperti itu, dengan kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan melanda wilayah tersebut.

Israel melancarkan serangan udara pada Jumat dini hari, hanya beberapa hari sebelum Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan mengadakan putaran keenam perundingan mengenai program nuklir republik Islam tersebut.

Operasi yang dijuluki "Rising Lion" itu menyerang pabrik pengayaan uranium Natanz milik Iran dan menewaskan perwira militer berpangkat tertinggi Iran, Mohammad Bagheri, serta kepala Garda Revolusi yang berkuasa, Hossein Salami, di antara sejumlah jenderal senior lainnya.

Pada Sabtu, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah membidik Teheran setelah melakukan serangan terhadap puluhan peluncur rudal dan sistem pertahanan udara.

"Jalan menuju Iran telah diaspal," kata kepala staf militer dan kepala angkatan udara dalam sebuah pernyataan.

Militer "berjalan sesuai dengan rencana operasionalnya, dan jet tempur [angkatan udara Israel] akan kembali menyerang target-target di Teheran," tambahnya.

Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan 78 orang tewas dan 320 lainnya luka-luka dalam gelombang pertama serangan Israel pada hari Jumat.

Media Iran melaporkan dua Garda Revolusi tewas pada hari Sabtu dalam serangan Israel di sebuah pangkalan di pusat negara itu.

Iran menyerukan kepada warganya untuk bersatu dalam membela negara itu sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak mereka untuk bangkit.

Sebuah laporan di kantor berita Iran, Mehr, mengatakan bahwa republik Islam itu telah memperingatkan Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat bahwa mereka dapat membalas jika mereka membela Israel.

"Setiap negara yang berpartisipasi dalam menangkis serangan Iran terhadap Israel akan menjadi sasaran pasukan Iran yang menargetkan semua pangkalan regional pemerintah yang terlibat," katanya tanpa mengutip pejabat mana pun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!