Jadi Musuh Rusia, Sekutu Eropa Bakal Rugi Rp16.457 Triliun Jika AS Keluar dari NATO
Minggu, 18 Mei 2025 - 06:19 WIB
Di sektor tertentu—seperti pesawat siluman dan artileri roket—anggota NATO Eropa saat ini kekurangan alternatif yang layak, yang mendorong IISS untuk menyarankan pengalihdayaan produksi ke negara-negara di luar blok tersebut.
Di luar perangkat keras, studi tersebut menyoroti biaya yang tidak berwujud tetapi penting yang terkait dengan fungsi komando dan kendali, intelijen ruang angkasa, dan pengisian peran kepemimpinan tingkat tinggi yang secara tradisional dipegang oleh perwira AS.
Lembaga think tank tersebut mempertanyakan apakah pemerintah Eropa memiliki kemauan politik untuk memastikan pengeluaran besar yang dibutuhkan.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuduh negara-negara NATO Eropa memanfaatkan perlindungan militer Amerika tanpa memberikan kontribusi yang cukup sebagai balasannya.
Pada Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memicu kontroversi dengan berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 5% dari PDB, jauh di atas tingkat Jerman saat ini sebesar 2,1%. Pernyataan tersebut, yang dibuat setelah pertemuan NATO, menuai reaksi keras, termasuk dari anggota koalisi Kanselir Friedrich Merz.
Menteri Pertahanan Boris Pistorius kemudian menyatakan bahwa persentase pastinya “tidak begitu penting” dan bahwa Berlin menganggap 3% sebagai tingkat yang lebih realistis.
Di luar perangkat keras, studi tersebut menyoroti biaya yang tidak berwujud tetapi penting yang terkait dengan fungsi komando dan kendali, intelijen ruang angkasa, dan pengisian peran kepemimpinan tingkat tinggi yang secara tradisional dipegang oleh perwira AS.
Lembaga think tank tersebut mempertanyakan apakah pemerintah Eropa memiliki kemauan politik untuk memastikan pengeluaran besar yang dibutuhkan.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuduh negara-negara NATO Eropa memanfaatkan perlindungan militer Amerika tanpa memberikan kontribusi yang cukup sebagai balasannya.
Pada Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memicu kontroversi dengan berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 5% dari PDB, jauh di atas tingkat Jerman saat ini sebesar 2,1%. Pernyataan tersebut, yang dibuat setelah pertemuan NATO, menuai reaksi keras, termasuk dari anggota koalisi Kanselir Friedrich Merz.
Menteri Pertahanan Boris Pistorius kemudian menyatakan bahwa persentase pastinya “tidak begitu penting” dan bahwa Berlin menganggap 3% sebagai tingkat yang lebih realistis.
(mas)
Lihat Juga :