Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tunjuk Calon Penggantinya setelah Berkuasa 21 Tahun
Minggu, 27 April 2025 - 11:48 WIB
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menunjuk orang kepercayaannya, Hussein al-Sheikh, sebagai wakilnya dan calon penggantinya. Foto/ABP Live
RAMALLAH - Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas menunjuk orang kepercayaannya, Hussein al-Sheikh, sebagai wakilnya dan calon penggantinya pada hari Sabtu.
Penunjukkan suksesor ini baru pertama kali dilakukan Abbas setelah dia berkuasa sebagai presiden PA pada 2004 atau selama 21 tahun.
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan keputusan Abbas tersebut, yang menurut mereka merupakan langkah untuk meredakan keraguan internasional atas kepemimpinan Palestina.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Minta Hamas Serahkan Gaza dan Senjata kepada Otoritas Palestina, Serta Lepaskan Sandera Israel
“Presiden Palestina Mahmud Abbas menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai wakil (wakil presiden) pimpinan PLO,” kata seorang anggota komite eksekutif organisasi tersebut, Wasel Abu Yousef, kepada AFP, Minggu (27/4/2025).
Abbas (89) telah memimpin PLO dan PA sejak kematian pemimpin veteran Yasser Arafat pada tahun 2004 tetapi dia telah bertahun-tahun menolak reformasi internal termasuk penunjukan pengganti.
Penunjukkan suksesor ini baru pertama kali dilakukan Abbas setelah dia berkuasa sebagai presiden PA pada 2004 atau selama 21 tahun.
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan keputusan Abbas tersebut, yang menurut mereka merupakan langkah untuk meredakan keraguan internasional atas kepemimpinan Palestina.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Minta Hamas Serahkan Gaza dan Senjata kepada Otoritas Palestina, Serta Lepaskan Sandera Israel
“Presiden Palestina Mahmud Abbas menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai wakil (wakil presiden) pimpinan PLO,” kata seorang anggota komite eksekutif organisasi tersebut, Wasel Abu Yousef, kepada AFP, Minggu (27/4/2025).
Abbas (89) telah memimpin PLO dan PA sejak kematian pemimpin veteran Yasser Arafat pada tahun 2004 tetapi dia telah bertahun-tahun menolak reformasi internal termasuk penunjukan pengganti.
Lihat Juga :