Trump Usul AS-Rusia-China Potong Anggaran Militer 50%, Putin Dukung, Beijing Menolak
Kamis, 27 Februari 2025 - 08:58 WIB
"Dan kita bisa melakukannya. Dan saya pikir kita akan mampu melakukannya," ujarnya.
Putin pada hari Senin mendukung usulan Trump, menyebutnya sebagai ide yang bagus.
"Saya pikir itu ide yang bagus. AS akan memotong sebesar 50 persen dan kami akan memotong sebesar 50 persen dan kemudian China akan bergabung, jika mereka mau," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Rusia.
Saat dimintai tanggapannya terhadap komentar Trump dan Putin, Lin mengatakan dalam jumpa pers bahwa China berkomitmen untuk pembangunan yang damai.
"China menegakkan strategi pertahanan diri, mengejar pembangunan yang terkoordinasi antara ekonomi dan pertahanan nasionalnya, dan tidak pernah terlibat dalam perlombaan senjata dengan negara mana pun," kata Lin, yang dilansir PTI, Kamis (27/2/2025).
Dia menambahkan bahwa Beijing telah bekerja untuk perdamaian dunia melalui tindakan konkret dan menyuntikkan stabilitas dan kepastian ke dunia.
China, yang merupakan pembelanja pertahanan terbesar kedua setelah AS, tahun lalu meningkatkan anggaran pertahanannya sebesar 7,2 persen menjadi sekitar USD232 miliar (1,67 triliun Yuan) karena terus melakukan modernisasi besar-besaran militernya di semua angkatan bersenjatanya.
Putin pada hari Senin mendukung usulan Trump, menyebutnya sebagai ide yang bagus.
"Saya pikir itu ide yang bagus. AS akan memotong sebesar 50 persen dan kami akan memotong sebesar 50 persen dan kemudian China akan bergabung, jika mereka mau," kata Putin dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Rusia.
Saat dimintai tanggapannya terhadap komentar Trump dan Putin, Lin mengatakan dalam jumpa pers bahwa China berkomitmen untuk pembangunan yang damai.
"China menegakkan strategi pertahanan diri, mengejar pembangunan yang terkoordinasi antara ekonomi dan pertahanan nasionalnya, dan tidak pernah terlibat dalam perlombaan senjata dengan negara mana pun," kata Lin, yang dilansir PTI, Kamis (27/2/2025).
Dia menambahkan bahwa Beijing telah bekerja untuk perdamaian dunia melalui tindakan konkret dan menyuntikkan stabilitas dan kepastian ke dunia.
China, yang merupakan pembelanja pertahanan terbesar kedua setelah AS, tahun lalu meningkatkan anggaran pertahanannya sebesar 7,2 persen menjadi sekitar USD232 miliar (1,67 triliun Yuan) karena terus melakukan modernisasi besar-besaran militernya di semua angkatan bersenjatanya.
Lihat Juga :