Diancam Trump, Khamenei Perintahkan Iran Lanjutkan Pengembangan Rudal Canggih
Kamis, 13 Februari 2025 - 10:30 WIB
“Kemajuan tidak boleh terhenti, kita tidak boleh merasa puas (dengan level kita saat ini). Katakanlah sebelumnya kita telah menetapkan batas untuk akurasi rudal kita, tetapi sekarang kita merasa batas ini tidak lagi cukup. Kita harus terus maju,” seru Khamenei, seraya menyebutkan perlunya fokus pada inovasi dalam militer Iran, sebagaimana dilansir Al Arabiya English, Kamis (13/2/2025).
“Saat ini, kekuatan pertahanan kita sudah dikenal luas, musuh-musuh kita takut akan hal ini. Ini sangat penting bagi negara kita,” imbuh dia setelah mengunjungi pameran di Teheran yang memamerkan perkembangan terbaru di sektor pertahanan Iran.
Teheran menegaskan bahwa program rudal balistiknya murni bersifat defensif tetapi di Barat hal itu dipandang sebagai faktor yang tidak stabil di wilayah yang bergejolak dan dilanda konflik.
Khamenei, yang mengatakan pada hari Jumat bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat “tidak cerdas, bijaksana, atau terhormat", tidak menyebutkan Trump dalam pernyataannya pada hari Rabu.
Trump pada pekan lalu memulihkan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran yang mencakup upaya untuk menekan ekspor minyaknya hingga nol guna mendorong Republik Islam Iran ke dalam kesepakatan yang akan sangat membatasi program nuklirnya yang disengketakan.
Negara-negara Barat telah lama menduga bahwa program pengayaan uranium Iran adalah proyek terselubung untuk mengembangkan bahan bom nuklir.
“Saat ini, kekuatan pertahanan kita sudah dikenal luas, musuh-musuh kita takut akan hal ini. Ini sangat penting bagi negara kita,” imbuh dia setelah mengunjungi pameran di Teheran yang memamerkan perkembangan terbaru di sektor pertahanan Iran.
Teheran menegaskan bahwa program rudal balistiknya murni bersifat defensif tetapi di Barat hal itu dipandang sebagai faktor yang tidak stabil di wilayah yang bergejolak dan dilanda konflik.
Khamenei, yang mengatakan pada hari Jumat bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat “tidak cerdas, bijaksana, atau terhormat", tidak menyebutkan Trump dalam pernyataannya pada hari Rabu.
Trump pada pekan lalu memulihkan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran yang mencakup upaya untuk menekan ekspor minyaknya hingga nol guna mendorong Republik Islam Iran ke dalam kesepakatan yang akan sangat membatasi program nuklirnya yang disengketakan.
Negara-negara Barat telah lama menduga bahwa program pengayaan uranium Iran adalah proyek terselubung untuk mengembangkan bahan bom nuklir.
Lihat Juga :