3 Anggota NATO Ini Berani Tolak Gagasan Trump untuk Mengusir Warga Gaza
Selasa, 28 Januari 2025 - 01:10 WIB
Banyak anggota NATO menolak ide Trump untuk mengusir warga Gaza. Foto/X/@AbujomaaGaza
GAZA - Bukan hanya Palestina dan negara-negara Arab saja yang menentang gagasan Donald Trump untuk mengusir warga Gaza. Tapi, negara-negara anggota NATO juga bersikap demikian.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia ingin Yordania dan Mesir menerima orang-orang dari Gaza, dengan menyarankan "kita bersihkan saja semua itu" – sebuah ide yang dengan cepat ditolak oleh para pemimpin Palestina, Liga Arab, Yordania, dan Mesir.
Ada reaksi keras terhadap saran Donald Trump agar warga Palestina dimukimkan kembali di Yordania dan Mesir dalam "pembersihan" Gaza.
Yordania dan Mesir dengan cepat menolak ide tersebut, sementara seorang anggota biro politik Hamas mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang di Gaza akan "menggagalkan... semua rencana pemindahan dan tanah air alternatif".
Meloni, yang menghadiri pelantikan Trump dan berharap untuk memposisikan dirinya sebagai jembatan antara pemerintahan AS dan Uni Eropa, mengatakan situasinya "rumit".
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia ingin Yordania dan Mesir menerima orang-orang dari Gaza, dengan menyarankan "kita bersihkan saja semua itu" – sebuah ide yang dengan cepat ditolak oleh para pemimpin Palestina, Liga Arab, Yordania, dan Mesir.
Ada reaksi keras terhadap saran Donald Trump agar warga Palestina dimukimkan kembali di Yordania dan Mesir dalam "pembersihan" Gaza.
Yordania dan Mesir dengan cepat menolak ide tersebut, sementara seorang anggota biro politik Hamas mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang di Gaza akan "menggagalkan... semua rencana pemindahan dan tanah air alternatif".
3 Anggota NATO Ini Berani Tolak Gagasan Trump untuk Mengusir Warga Gaza
1. Italia
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan dia tidak yakin Donald Trump memiliki "rencana yang pasti" untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Gaza tetapi menyambut baik perdebatan tentang rekonstruksi wilayah tersebut.Meloni, yang menghadiri pelantikan Trump dan berharap untuk memposisikan dirinya sebagai jembatan antara pemerintahan AS dan Uni Eropa, mengatakan situasinya "rumit".
Lihat Juga :