Khamenei Sangkal Iran Melemah, Tantang AS dan Israel

Kamis, 23 Januari 2025 - 10:42 WIB
Namun, Khamenei menyebut gencatan senjata baru-baru ini di Gaza sebagai kemenangan bagi Front Perlawanan yang dipimpin Iran. "Dan tanda yang jelas dari realisasi prediksi bahwa perlawanan masih hidup dan akan bertahan lama," katanya.

Dia menekankan bahwa tanpa dukungan AS, Israel akan runtuh dalam minggu-minggu pertama setelah 7 Oktober 2023, ketika militan Hamas menyerang Israel dan menewaskan 1.200 orang—menurut angka rezim Zionis.

"Selama setahun terakhir dan beberapa bulan terakhir, rezim Zionis melakukan setiap kekejaman yang bisa dilakukannya, mengebom rumah, rumah sakit, masjid, dan gereja di daerah kecil seperti Gaza," kata Khamenei.

"Namun pada akhirnya, rezim itu tidak hanya gagal mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pemimpinnya yang menyedihkan dan tidak dipercaya—melenyapkan Hamas dan memerintah Gaza tanpa perlawanan—tetapi juga dipaksa untuk duduk di meja perundingan dengan Hamas dan menerima persyaratannya untuk gencatan senjata," paparnya.

Trump telah mengisyaratkan peningkatan dukungan untuk Israel dan garis keras baru terhadap Iran.

Presiden baru AS yang agresif itu akan mencabut pembekuan pengiriman bom seberat 2.000 pon ke Israel pada hari-hari pertamanya di Gedung Putih, menurut laporan Walla News, mengutip duta besar Israel untuk Washington.

"Apa yang terjadi di depan mata dunia tampak seperti legenda," lanjut Khamenei. "Di mana aparat militer besar seperti Amerika Serikat, yang acuh tak acuh terhadap nilai-nilai kemanusiaan, menyediakan bom penghancur bunker bagi yang menindas dan rezim Zionis yang haus darah."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!