Menlu Israel: Rezim di Damaskus Adalah Geng, Bukan Pemerintahan Suriah yang Sah
Minggu, 29 Desember 2024 - 08:30 WIB
Assad, yang melarikan diri bersama keluarganya ke Rusia, adalah anggota Alawi, kelompok etnoreligius Arab yang sebagian besar tinggal di Levant. Mereka menganut Alawisme, sekte keagamaan yang memisahkan diri dari Islam Syiah awal pada abad ke-9.
Di antara tokoh-tokoh yang paling mengkhawatirkan di Suriah, menurut Sa’ar, adalah Abu Mohammed al-Julani, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS)—yang sebelumnya bernama Front al-Nusra, kelompok yang memiliki hubungan historis dengan al-Qaeda.
Namun bos HTS itu telah diakui Barat sebagai pemimpin baru Suriah.
“Masyarakat internasional mungkin memahami alasan di balik memasuki zona penyangga, tetapi pemahaman tidak sama dengan persetujuan. Setelah 7 Oktober, mengambil tindakan proaktif sangat penting,” kata Sa’ar.
“Kabinet diberikan tiga pilihan: tidak melakukan apa pun, merebut wilayah strategis yang memberikan kendali atas wilayah tersebut, atau mengejar pilihan ketiga—menaklukkan hingga garis rudal Suriah, sejauh 12-15 km,” paparnya.
“Tindakan ini terbatas dan sementara. Ketika ditanya berapa lama 'sementara' berarti, saya menjawab: 'sampai kita melihat situasi stabil dan dapat kembali ke jalur sebelumnya’. Namun, situasi di Suriah belum benar-benar stabil," kata Menlu Zionis tersebut.
Di antara tokoh-tokoh yang paling mengkhawatirkan di Suriah, menurut Sa’ar, adalah Abu Mohammed al-Julani, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS)—yang sebelumnya bernama Front al-Nusra, kelompok yang memiliki hubungan historis dengan al-Qaeda.
Namun bos HTS itu telah diakui Barat sebagai pemimpin baru Suriah.
“Masyarakat internasional mungkin memahami alasan di balik memasuki zona penyangga, tetapi pemahaman tidak sama dengan persetujuan. Setelah 7 Oktober, mengambil tindakan proaktif sangat penting,” kata Sa’ar.
“Kabinet diberikan tiga pilihan: tidak melakukan apa pun, merebut wilayah strategis yang memberikan kendali atas wilayah tersebut, atau mengejar pilihan ketiga—menaklukkan hingga garis rudal Suriah, sejauh 12-15 km,” paparnya.
“Tindakan ini terbatas dan sementara. Ketika ditanya berapa lama 'sementara' berarti, saya menjawab: 'sampai kita melihat situasi stabil dan dapat kembali ke jalur sebelumnya’. Namun, situasi di Suriah belum benar-benar stabil," kata Menlu Zionis tersebut.
Lihat Juga :