Siapa Ragheed Tatari? Pilot Suriah yang Menghabiskan 43 Tahun di Penjara karena Menolak Perintah Mengebom Hama
Minggu, 29 Desember 2024 - 02:20 WIB
Baca Juga: AS: Rusia Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Azerbaijan
Tatari kembali ke Suriah pada akhir tahun 1981 dan ditangkap setibanya di Bandara Internasional Damaskus oleh rezim Assad. Ia tetap dipenjara hingga dibebaskan oleh pasukan oposisi bersama ribuan tahanan lainnya setelah runtuhnya rezim Bashar Al-Assad.
2. Menolak Mengebom Target di Hamas
Lahir di Damaskus pada tahun 1955, Tatari bergabung dengan Angkatan Udara Suriah di awal usia 20-an. Pada tahun 1980, ia menolak untuk mematuhi perintah untuk mengebom target di Hama dan menolak untuk melaporkan rekan-rekannya yang membelot.3. Pernah Mengajukan Suaka ke Yordania dan Mesir, tapi Ditolak
Pembangkangan ini mengakibatkan pemecatannya dari militer. Demi mencari keselamatan, Tatari melarikan diri ke Yordania dan kemudian Mesir, di mana ia mencoba mengajukan suaka melalui PBB. Namun, permohonannya ditolak.Tatari kembali ke Suriah pada akhir tahun 1981 dan ditangkap setibanya di Bandara Internasional Damaskus oleh rezim Assad. Ia tetap dipenjara hingga dibebaskan oleh pasukan oposisi bersama ribuan tahanan lainnya setelah runtuhnya rezim Bashar Al-Assad.
(ahm)
Lihat Juga :