5.000 Karyawan Mogok Kerja, Starbucks Tutup 300 Gerai di AS

Rabu, 25 Desember 2024 - 13:55 WIB
“Karyawan Starbucks menuntut kenaikan gaji, penambahan staf, dan jadwal kerja yang lebih fleksibel,” ungkap pernyataan serikat pekerja.

CNN melaporkan aksi mogok kerja dapat meluas ke seluruh Amerika Serikat jika manajemen dan serikat pekerja gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, sekelompok aktivis di New York City menyebarkan pesan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) selama musim liburan ini, untuk mengingatkan para pembeli tentang perang dan kehancuran yang sedang berlangsung di Gaza oleh Israel.

Dalam video yang diunggah di platform media sosial Instagram oleh saluran New Jersey Palestine Action, berjudul "Tis the season to end genocide", para aktivis terlihat menempelkan stiker pada perusahaan-perusahaan target BDS seperti Starbucks, McDonald's, dan Zara di seluruh lingkungan di Manhattan.

BDS adalah gerakan yang dipimpin Palestina untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Gerakan ini terinspirasi dari gerakan boikot terhadap Apartheid Afrika Selatan dan berupaya menekan Israel agar mengakhiri pendudukan dan pelanggarannya dengan cara damai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!