2 Tokoh HTS Ditunjuk sebagai Pejabat Penting pada Pemerintahan Transisi Suriah
Minggu, 22 Desember 2024 - 16:36 WIB
Tokoh HTS mendominasi kabinet pemerintahan transisi Suriah. Foto/X/@NafeesHamid
DAMASKUS - Penguasa baru Suriah telah menunjuk seorang menteri luar negeri dan pertahanan. Itu dilakukan ketika mereka berupaya membangun hubungan internasional dua minggu setelah Bashar al-Assad digulingkan.
Komando Umum yang berkuasa menunjuk Asaad Hassan al-Shibani sebagai menteri luar negeri. Kantor berita SANA melaporkan seorang sumber di pemerintahan baru mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa langkah ini "diambil sebagai respons atas aspirasi rakyat Suriah untuk membangun hubungan internasional yang membawa perdamaian dan stabilitas".
Murhaf Abu Qasra diangkat menjadi menteri pertahanan dalam pemerintahan sementara, seorang sumber resmi mengatakan kepada Reuters. Abu Qasra, yang juga dikenal dengan nama samaran Abu Hassan 600, adalah tokoh senior dalam kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin pasukan oposisi yang mengusir al-Assad.
Al Jazeera melaporkan dari Damaskus, mengatakan Abu Qasra dan al-Shibani "sangat dekat" dengan pemimpin HTS Ahmed al-Sharaa. "Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah HTS membentuk pemerintahannya sendiri atau pemerintahan Suriah," katanya.
Baca Juga: Putin Bicara tentang Perang Dunia 3: Bahaya Makin Meningkat, tapi Tak Perlu Membuat Siapa Pun Takut
Komando Umum yang berkuasa menunjuk Asaad Hassan al-Shibani sebagai menteri luar negeri. Kantor berita SANA melaporkan seorang sumber di pemerintahan baru mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa langkah ini "diambil sebagai respons atas aspirasi rakyat Suriah untuk membangun hubungan internasional yang membawa perdamaian dan stabilitas".
Murhaf Abu Qasra diangkat menjadi menteri pertahanan dalam pemerintahan sementara, seorang sumber resmi mengatakan kepada Reuters. Abu Qasra, yang juga dikenal dengan nama samaran Abu Hassan 600, adalah tokoh senior dalam kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin pasukan oposisi yang mengusir al-Assad.
Al Jazeera melaporkan dari Damaskus, mengatakan Abu Qasra dan al-Shibani "sangat dekat" dengan pemimpin HTS Ahmed al-Sharaa. "Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah HTS membentuk pemerintahannya sendiri atau pemerintahan Suriah," katanya.
Baca Juga: Putin Bicara tentang Perang Dunia 3: Bahaya Makin Meningkat, tapi Tak Perlu Membuat Siapa Pun Takut
Lihat Juga :