3 Alasan Pemerintahan Baru Suriah Enggan Berkonflik dengan Israel

Minggu, 15 Desember 2024 - 17:07 WIB
Ahmad al-Sharaa, pemimpin HTS, tidak ingin berkonflik dengan Israel. Foto/X/@SchulzeRein
DAMASKUS - Pemimpin oposisi Suriah , Ahmad al-Sharaa, mengatakan bahwa Israel menggunakan dalih palsu untuk membenarkan serangannya terhadap Suriah, tetapi dia tidak tertarik untuk terlibat dalam konflik baru karena negara tersebut berfokus pada pembangunan kembali setelah berakhirnya pemerintahan Bashar al-Assad.

Al-Sharaa - yang lebih dikenal sebagai Abu Mohammed al-Jolani - memimpin kelompok "Hayat Tahrir al-Sham" (HTS) yang menyingkirkan al-Assad dari kekuasaan minggu lalu, mengakhiri kekuasaan tangan besi keluarga tersebut selama lima dekade.



Israel sejak itu telah pindah ke zona demiliterisasi di dalam wilayah Suriah yang dibentuk setelah perang Arab-Israel tahun 1973, termasuk sisi Suriah dari Gunung Hermon yang strategis yang menghadap ke Damaskus, tempat Israel mengambil alih pos militer Suriah yang terbengkalai.

Israel, yang telah mengatakan bahwa mereka tidak berniat untuk tinggal di sana dan menyebut serangan ke wilayah Suriah sebagai tindakan terbatas dan sementara untuk memastikan keamanan perbatasan, juga telah melakukan ratusan serangan terhadap persediaan senjata strategis Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!