Desa Warga Druze di Perbatasan Suriah Minta Dicaplok Israel

Minggu, 15 Desember 2024 - 11:45 WIB
Desa tersebut terletak di dalam zona penyangga antara Israel dan Suriah, yang dimasuki pasukan IDF pekan lalu.

“Jika kami harus memilih, kami akan memilih kejahatan yang lebih ringan,” ungkap dia.

“Dan meskipun dianggap jahat untuk meminta dianeksasi ke Golan (Israel), itu adalah kejahatan yang jauh lebih ringan daripada kejahatan yang akan datang kepada kami,” ujar pria itu.

Dia tampaknya merujuk pada HTS, yang sebelumnya dikenal sebagai front Al Nusra, cabang Al Qaeda di Suriah.

“Kejahatan itu mungkin akan merenggut wanita kami, mungkin akan merenggut anak perempuan kami, mungkin akan merenggut rumah kami,” papar dia, memohon agar Druze Suriah dibebaskan dari “ketidakadilan dan penindasan” yang telah dipaksakan kepada mereka di masa lalu, dan dapat dipaksakan lagi oleh kelompok pemberontak Suriah.

“Kami telah meminta untuk dianeksasi ke Golan untuk menjaga martabat kami,” ujar pria itu, yang mengaku berbicara atas nama komunitas Druze di seluruh wilayah sekitar Kegubernuran Quneitra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!