Trump Pertimbangkan Serangan Militer Langsung ke Iran

Jum'at, 13 Desember 2024 - 21:45 WIB
Teheran menyangkal mereka ingin mencapai kemampuan nuklir, tetapi telah menimbun sejumlah besar uranium yang diperkaya tinggi sebagai balasan atas sabotase Trump terhadap kesepakatan nuklir tersebut.

Menurut WSJ, pemerintahan yang baru sedang mencari opsi yang tidak akan menyeret AS ke dalam perang besar di Timur Tengah.

Para pengkritik keras Iran percaya Trump akan memiliki sedikit kesempatan untuk bertindak setelah menjabat pada bulan Januari.

Sejak tahun lalu, Israel telah melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Hamas dan Hizbullah, gerakan yang dianggap sebagai bagian dari "poros perlawanan" regional anti-Israel yang dipimpin Iran.

Suriah sekarang dalam kekacauan, setelah kelompok bersenjata menggulingkan pemerintahan Bashar Assad, sekutu lama Teheran, pekan lalu.

"Para pembantu dan orang kepercayaan Trump yang mendukung opsi militer untuk masa jabatan keduanya mengatakan ide utamanya adalah mendukung serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran seperti Natanz, Fordow, dan Isfahan, dan bahkan berpotensi melibatkan AS dalam operasi gabungan," ungkap surat kabar itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!