Mengenal Khalil al-Maqdah, Komandan Senior Fatah yang Dihabisi Israel

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 12:50 WIB
"Dia salah satu pemimpin dewan militer di Tepi Barat, salah satu inovator dan perencana paling terkemuka dari peluncuran Brigade di Tepi Barat...pada saat banyak pemimpin Fatah telah meninggalkan putra-putra Brigade di Tepi Barat," bunyi pernyataan sayap bersenjata Fatah tersebut.

Al-Maqdah dilaporkan memainkan peran logistik dan operasional yang penting dalam upaya perlawanan Palestina, memfasilitasi koordinasi antara faksi-faksi di Lebanon dan Tepi Barat.

Dia memiliki hubungan yang kuat dengan saudaranya, Munir al-Maqdah, tokoh kunci lainnya dalam perjuangan bersenjata Palestina, khususnya di kamp pengungsi Ain al-Hilweh.

Kedua bersaudara itu telah mendapatkan kembali kendali atas kamp pengungsi Palestina di Lebanon selatan setelah Fatah kehilangan kekuasaan di sana pada tahun 1993 menyusul penandatanganan Perjanjian Oslo.

Sejak 7 Oktober, saudara-saudara al-Maqdah menerima delegasi Hamas pada beberapa kesempatan di kamp, tempat mereka bermarkas.

Mereka juga memainkan peran utama dalam upaya untuk mendekatkan kedua gerakan Palestina yang bersaing itu, baik di Lebanon maupun di luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!