Netanyahu Tolak Tuntutan Hamas agar Israel Tarik Pasukan dari Perbatasan Gaza-Mesir
Selasa, 06 Agustus 2024 - 00:01 WIB
"Hamas menuntut agar kami menarik diri dari Koridor Philadelphia dan penyeberangan Rafah," ungkap dia. "Kami tidak akan meninggalkan tempat itu. Siapa pun yang, seperti kami, menginginkan pembebasan tawanan kami harus mengarahkan tekanan pada Hamas, bukan pada pemerintah Israel."
Pada Sabtu malam, delegasi keamanan Israel yang dipimpin Kepala Mossad David Barnea kembali dari Mesir setelah bernegosiasi dengan pejabat keamanan Mesir mengenai kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas.
Menurut situs berita Israel Walla, perjalanan delegasi tersebut ke Kairo adalah "hasil dari tekanan Amerika yang kuat pada Israel dalam beberapa hari terakhir untuk melanjutkan negosiasi."
Nitzan Alon, kepala berkas sandera militer, tidak bergabung dengan delegasi Israel, menurut Walla, karena "keyakinannya bahwa sikap garis keras Netanyahu tidak akan menghasilkan kemajuan nyata."
Nada menantang Netanyahu muncul di tengah kekhawatiran eskalasi regional karena Iran dan Hizbullah telah bersumpah untuk memberikan "tanggapan keras" terhadap pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, dan pembunuhan Pemimpin Hizbullah Fuad Shukr di Beirut pekan lalu.
"Israel tengah berperang melawan poros kejahatan Iran," ungkap Netanyahu. "Kami menyerang dengan keras di setiap cabang kekuasaannya. Kami siap menghadapi setiap skenario, baik dalam bertahan maupun menyerang. Saya tegaskan kepada musuh-musuh kami: Kami akan menanggapi dan menuntut harga yang mahal untuk setiap tindakan agresi terhadap kami, dari front mana pun."
Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir telah gagal menyepakati gencatan senjata permanen yang memungkinkan pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina.
Pada Sabtu malam, delegasi keamanan Israel yang dipimpin Kepala Mossad David Barnea kembali dari Mesir setelah bernegosiasi dengan pejabat keamanan Mesir mengenai kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas.
Menurut situs berita Israel Walla, perjalanan delegasi tersebut ke Kairo adalah "hasil dari tekanan Amerika yang kuat pada Israel dalam beberapa hari terakhir untuk melanjutkan negosiasi."
Nitzan Alon, kepala berkas sandera militer, tidak bergabung dengan delegasi Israel, menurut Walla, karena "keyakinannya bahwa sikap garis keras Netanyahu tidak akan menghasilkan kemajuan nyata."
Nada menantang Netanyahu muncul di tengah kekhawatiran eskalasi regional karena Iran dan Hizbullah telah bersumpah untuk memberikan "tanggapan keras" terhadap pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, dan pembunuhan Pemimpin Hizbullah Fuad Shukr di Beirut pekan lalu.
"Israel tengah berperang melawan poros kejahatan Iran," ungkap Netanyahu. "Kami menyerang dengan keras di setiap cabang kekuasaannya. Kami siap menghadapi setiap skenario, baik dalam bertahan maupun menyerang. Saya tegaskan kepada musuh-musuh kami: Kami akan menanggapi dan menuntut harga yang mahal untuk setiap tindakan agresi terhadap kami, dari front mana pun."
Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir telah gagal menyepakati gencatan senjata permanen yang memungkinkan pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina.
Lihat Juga :