Penjelasan Konflik Hamas Fatah, Penyebab serta Upaya Perdamaian yang Dilakukan
Jum'at, 26 Juli 2024 - 16:45 WIB
Konflik awal Hamas Fatah muncul dari perbedaan ideologi. Sebab Hamas dikenal sebagai organisasi yang sangat menjunjung tinggi hukum agama, sedangkan Fatah lebih bersifat nasionalis.
Dalam hal ini Fatah menjadi fraksi yang mengakui Israel sebagai negara merdeka. Itu dilakukan supaya muncul perdamaian di wilayah Yerusalem.
Namun pandangan fraksi yang mendominasi Palestina saat itu ditentang keras oleh Hamas yang menganggap para Zionis yang mendirikan negara Israel adalah hal yang harus dihapuskan eksistensinya.
Perdebatan ini mencapai puncak di tahun 2004, ketika pemimpin Fatah yang juga Presiden Palestina Yasser Arafat wafat. Sebelumnya, Yasser adalah tokoh vital yang mau berdamai dengan Israel melalui kesepakatan Oslo.
Hal ini membuat Hamas mulai meningkatkan kekuatan politiknya ketika sang rival melemah. Pemilu 2006 dijadikan sebagai wadah Hamas mengambil suara mayoritas dan memenangkan parlemen Palestina.
Hal tersebut membuat pentolan Hamas yang bernama Ismail Haniyeh, terpilih sebagai Perdana Menteri Palestina.
Kemenangan itu lantas membuat Hamas mendominasi wilayah Gaza yang merupakan wilayah padat penduduk di Palestina. Meski begitu, Fatah masih mempertahankan kekuasaannya di Tepi Barat.
Dalam hal ini Fatah menjadi fraksi yang mengakui Israel sebagai negara merdeka. Itu dilakukan supaya muncul perdamaian di wilayah Yerusalem.
Namun pandangan fraksi yang mendominasi Palestina saat itu ditentang keras oleh Hamas yang menganggap para Zionis yang mendirikan negara Israel adalah hal yang harus dihapuskan eksistensinya.
Perdebatan ini mencapai puncak di tahun 2004, ketika pemimpin Fatah yang juga Presiden Palestina Yasser Arafat wafat. Sebelumnya, Yasser adalah tokoh vital yang mau berdamai dengan Israel melalui kesepakatan Oslo.
Hal ini membuat Hamas mulai meningkatkan kekuatan politiknya ketika sang rival melemah. Pemilu 2006 dijadikan sebagai wadah Hamas mengambil suara mayoritas dan memenangkan parlemen Palestina.
Hal tersebut membuat pentolan Hamas yang bernama Ismail Haniyeh, terpilih sebagai Perdana Menteri Palestina.
Kemenangan itu lantas membuat Hamas mendominasi wilayah Gaza yang merupakan wilayah padat penduduk di Palestina. Meski begitu, Fatah masih mempertahankan kekuasaannya di Tepi Barat.
Lihat Juga :