Rusia Pertimbangkan Ubah Doktrin Nuklir karena AS dan NATO
Kamis, 13 Juni 2024 - 08:00 WIB
Baca Juga: Kata Putin, AS Tak Akan Selamatkan Sekutu NATO-nya Jika Dilenyapkan Bom Nuklir Rusia
Diplomat tersebut menolak untuk menguraikan sifat sebenarnya dari potensi amandemen doktrin nuklir tersebut, dan menjelaskan bahwa Moskow tidak memiliki praktik untuk mencakup terlebih dahulu perubahan apa yang dapat dilakukan sebelum keputusan sebenarnya diambil.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan pendirian Moskow mengenai penggunaan senjata nuklir sebagai pilihan terakhir.
Berbicara dalam panel tanya jawab di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) pekan lalu, presiden menekankan bahwa Rusia bukanlah negara pertama yang menggunakan retorika nuklir yang agresif.
Doktrin nuklir Rusia saat ini, kata Putin, mengizinkan penggunaan senjata atom hanya dalam kasus-kasus luar biasa dan situasi saat ini sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk menggunakan senjata atom.
Diplomat tersebut menolak untuk menguraikan sifat sebenarnya dari potensi amandemen doktrin nuklir tersebut, dan menjelaskan bahwa Moskow tidak memiliki praktik untuk mencakup terlebih dahulu perubahan apa yang dapat dilakukan sebelum keputusan sebenarnya diambil.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan pendirian Moskow mengenai penggunaan senjata nuklir sebagai pilihan terakhir.
Berbicara dalam panel tanya jawab di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) pekan lalu, presiden menekankan bahwa Rusia bukanlah negara pertama yang menggunakan retorika nuklir yang agresif.
Doktrin nuklir Rusia saat ini, kata Putin, mengizinkan penggunaan senjata atom hanya dalam kasus-kasus luar biasa dan situasi saat ini sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk menggunakan senjata atom.
Lihat Juga :