Inilah 6 Capres Iran untuk Gantikan Raisi, Ahmadinejad Tersingkir
Senin, 10 Juni 2024 - 08:15 WIB
Capres yang Disetujui
Capres utama yang disetujui adalah Ketua Parlemen Ghalibaf. Pria berusia 62 tahun ini sebelumnya pernah mencalonkan diri dalam pilpres tahun 2005 dan 2013.
Pada 2017, dia mengundurkan diri dari pencalonan untuk mendukung Raisi, yang akhirnya berada di urutan kedua.
Ghalibaf, seorang veteran perang Iran-Irak, pernah menjabat sebagai komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dia adalah Wali Kota Teheran dari tahun 2005 hingga 2017 dan juga menjabat sebagai kepala kepolisian Iran.
Setelah mendaftarkan pencalonannya di Kementerian Dalam Negeri awal bulan ini, Ghalibaf berjanji akan meningkatkan perekonomian jika terpilih.
Tokoh penting lainnya dalam daftar capres adalah mantan wakil menteri luar negeri dan perunding nuklir Jalili.
Dikenal karena sikap negosiasinya yang tidak fleksibel, pria berusia 58 tahun ini adalah seorang kritikus setia perjanjian nuklir tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar.
Pada pilpes 2021, dia mundur dari pencalonan presiden untuk memberikan dukungannya pada pencalonan Raisi.
Pezeshkian, satu-satunya kandidat yang tidak terkait dengan faksi konservatif, menjabat sebagai anggota Parlemen yang mewakili kota Tabriz di barat laut di Parlemen. Dia sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Parlemen dan, sebelumnya, sebagai menteri kesehatan.
Dukungan Pezeshkian oleh Dewan Wali mungkin merupakan upaya pihak berwenang untuk meningkatkan partisipasi pemilih, yang telah menurun dalam pilpres sebelumnya.
Selama pilpres tahun 2021, yang menghasilkan Raisi menjadi presiden, Dewan Wali mendiskualifikasi calon kandidat yang dapat menantang Raisi.
Pilpres tersebut mencatat rekor jumlah pemilih yang rendah, yaitu hanya 48,8 persen. Republik Islam Iran secara tradisional mengandalkan jumlah pemilih untuk menunjukkan legitimasinya.
Pesaing lainnya adalah Wali Kota Teheran Alireza Zakani, yang mendaftar untuk pilpres 2021 tetapi akhirnya mengundurkan diri dari pemilihan presiden untuk mendukung pencalonan Raisi.
Zakani mengindikasikan pada hari Minggu bahwa dia tidak berniat mundur dari pencalonan kali ini, dengan mengatakan dalam sebuah postingan di platform media sosial X: “Pada pemilihan 2024, saya akan bertahan dan bersaing sampai akhir untuk melanjutkan jalur [Raisi].”
Lihat Juga :