AS Rampas Paspor Inspektur Senjata PBB saat Akan Terbang ke Rusia
Selasa, 04 Juni 2024 - 11:00 WIB
"Mereka menarik tas saya dari pesawat, lalu mengantar saya keluar bandara. Mereka menyimpan paspor saya.”
Pemerintah Rusia mengkritik tindakan pemerintah AS terhadap warganya tersebut.
“Apakah ini dilakukan sesuai dengan Amandemen Pertama atau Keempat?” tanya juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, mengomentari perampasan paspor Ritter.
Amandemen Pertama terhadap konstitusi AS melindungi kebebasan berbicara, pers dan berkumpul, sedangkan Amandemen Keempat melarang pemerintah melakukan penggeledahan dan penyitaan yang tidak wajar.
Ritter adalah mantan perwira intelijen Korps Marinir AS, yang kemudian menjabat sebagai inspektur senjata AS dan PBB di Irak.
Dia juga merupakan kontributor Russia Today, menulis tentang keamanan internasional, urusan militer, Rusia, dan Timur Tengah, serta pengendalian senjata dan nonproliferasi.
Pemerintah Rusia mengkritik tindakan pemerintah AS terhadap warganya tersebut.
“Apakah ini dilakukan sesuai dengan Amandemen Pertama atau Keempat?” tanya juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, mengomentari perampasan paspor Ritter.
Amandemen Pertama terhadap konstitusi AS melindungi kebebasan berbicara, pers dan berkumpul, sedangkan Amandemen Keempat melarang pemerintah melakukan penggeledahan dan penyitaan yang tidak wajar.
Ritter adalah mantan perwira intelijen Korps Marinir AS, yang kemudian menjabat sebagai inspektur senjata AS dan PBB di Irak.
Dia juga merupakan kontributor Russia Today, menulis tentang keamanan internasional, urusan militer, Rusia, dan Timur Tengah, serta pengendalian senjata dan nonproliferasi.
Lihat Juga :