Arab Saudi Warning Israel: Invasi Rafah Akan Jadi Kampanye Berdarah Sistematis

Selasa, 07 Mei 2024 - 07:46 WIB
Kota Rafah di Gaza selatan yang padat pengungsi bakal jadi target invasi darat Israel. Arab Saudi peringatkan Israel agar tak nekat meluncurkan invasi darat ke Rafah. Foto/REUTERS
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi memperingatkan Israel agar tidak nekat meluncurkan invasi darat ke Rafah, Gaza selatan.

Jika nekat, menurut Riyadh, itu akan menjadi kampanye berdarah dan sistematis yang bertujuan untuk mengusir paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.



Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan penargetan yang disengaja terhadap wilayah sipil seperti Rafah merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Baca Juga: Mesir Ancam Israel Jika Gelar Invasi Darat ke Rafah

“Kementerian Luar Negeri menyampaikan peringatan Kerajaan Arab Saudi tentang bahaya pasukan pendudukan Israel yang menargetkan kota Rafah sebagai bagian dari kampanye berdarah sistematis untuk menyerbu seluruh wilayah Jalur Gaza dan mengusir penduduknya ke tempat yang tidak diketahui, di mengingat kurangnya zona aman setelah kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh mesin perang Israel,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Al Arabiya, Selasa (7/5/2024).

Militer Israel telah memerintahkan sekitar 100.000 warga Palestina pada Senin pagi untuk mulai mengungsi dari kota selatan Rafah. Itu menandakan bahwa invasi darat yang telah lama direncanakan militer Zionis akan segera terjadi dan semakin mempersulit upaya untuk menengahi gencatan senjata di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!